
SUMBER HIKMAT
Amsal 4
Amsal 4:6. “Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.”
Manusia secara umum nalurinya akan selalu merindukan dan mencari tempat dan kondisi yang aman. Anak-anak akan berlari kepada orang tuanya tatkala ada hal yang membuat mereka merasa takut. Misalnya saat ada suara gemuruh, kilat saat akan hujan turun atau apa pun yang membuat mereka takut. Di jalan raya setiap pengendara akan memperhatikan rambu lalulintas dan jarak aman dengan kendaraan lainnya. Dan dalam hubungan sesama manusia, seseorang akan lebih terbuka ketika bercerita kepada orang yang telah dikenal dan dipercayai.
Mengapa manusia menyukai kondisi yang aman? Karena di dalamnya jiwa kita akan merasa tenang dan damai. Maka tidak aneh jika kita berusaha menginvestasikan waktu dan tenaga untuk berbagai program dan strategi untuk membangun rasa aman. Tetapi bersyukur sebagai anak-anak tebusan TUHAN, firman Tuhan mengatakan dengan jelas dan pasti, bahwa rasa aman yang sejati dan kekal hanya ada pada TUHAN sang pencipta alam semesta. Untuk memperoleh rasa aman seseorang harus bertindak dengan baik, benar dan tepat oleh sebab itu dibutuhkan hikmat.
Sebagai orang percaya, hikmat berasal dari rasa takut akan Tuhan yang artinya hidup dengan rasa takjub dan hormat kepada Tuhan. Dunia saat ini penuh dengan berbagai macam pengetahuan dan informasi, dan takut akan Tuhan yang akan menuntun kita untuk mengambil keputusan dengan baik dan benar. Hikmat tidak datang pada saat kita sombong dan merasa paling benar. Hikmat justru datang kepada orang-orang yang rendah hati, terbuka hatinya untuk mau belajar dan memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan.
Mari mengejar kebenaran dan hikmat dalam hidup ini dengan datang kepada Tuhan untuk semakin mengenal-Nya, menjalani hidup dengan bersyukur dan bersiap untuk senantiasa belajar taat. Niscaya keamanan menjadi bagian Anda.
Doa: “Ya Roh Kudus, pimpin kami menjalani hidup dengan hikmat-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 21:1-14, 1 Tesalonika 1, Yeremia 30:16-31:9, 2 Tawarikh 20-21
GBI Pasir Koja 39 Bandung