
KEBAHAGIAAN TANPA KUMPULAN PENCEMOOH
Mazmur 1:1-3
Mazmur 1:1-2. “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Kita hidup di tengah-tengah dunia jahat yang menekan serta mengerikan. Oleh karena itu, kita perlu dekat dengan Tuhan dan harus menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman, mengakrabkan diri dengan-Nya, dan berusaha hidup sesuai dengan firman-Nya. Kita memerlukan kuasa kebenaran Allah menopang kita sehingga serangan kejahatan tidak akan mampu menggoncang keteguhan kerohanian kita kepada Tuhan. Dengan demikian gaya hidup dosa dari dunia akan kehilangan daya tariknya.
Untuk berpegang pada Taurat Tuhan, kesadaran saja tidaklah cukup. Dibutuhkan komitmen untuk belajar firman Tuhan, merenungkan, menggemari dan komitmen untuk bersedia menerima ajaran-Nya dan tekun setia mengerti firman Tuhan dan mengenal Tuhan lalu kemudian membagikannya.
Barangsiapa yang ingin terhindar dari bahaya harus menghindar dari jalan bahaya, tidak berdiri di jalan orang berdosa, tidak berjalan menurut nasihat orang fasik dan jalan mereka tidak akan menjadi jalannya. Ia tidak boleh masuk ke dalam jalan itu, apalagi terus berjalan di dalamnya. Ia harus menghindar dari tempat mereka berada dan tidak hadir dalam pertemuan-pertemuan mereka, ataupun meminta nasihat dari mereka (meskipun mereka begitu cerdas, cerdik, dan terpelajar, namun jika fasik, mereka tidak boleh dijadikan penasihat-penasihatnya), dan menghindar berbuat apa yang mereka perbuat.
Doa: “Tuhan ajarkan kami untuk tetap setia kepada Firman Tuhan yang tertulis hingga akhir hidupku. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 17:1-19, Filipi 3:17-4:1, Yeremia 16, 1 Tawarikh 17-19
GBI Pasir Koja 39 Bandung