Renungan Harian 28 Agustus 2020

SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA?

Lukas 10:25-37

Lukas 10:29. “Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Mungkinkah seseorang yang sudah mengalami kasih Allah dan mengasihi Allah, tetapi hatinya tertutup terhadap kesusahan sesamanya? Tentu tidak, sebab kasih kepada Allah pasti akan mengalir dalam kasih kepada sesama. Seseorang yang sudah mengalami dan hidup dalam kasih Allah, akan memahami siapa dirinya di hadapan Allah dan bagaimana seharusnya memperlakukan sesamanya.

Ada sebuah ungkapan yang cukup marak saya baca beberapa waktu silam ketika gerakan “Black Lives Matter” mengglobal akibat perlakuan diskriminasi yang dilakukan terhadap seorang kulit hitam di Amerika Serikat, yaitu sebuah ajakan kemanusiaan: “Meski kita tidak bersaudara dalam iman, tetapi kita bersaudara dalam kemanusiaan.”

Dari kisah yang kita baca hari ini, firman Tuhan mengingatkan kita, bahwa Allah ingin kita menunjukkan kasih kita kepada semua orang, terlepas dari siapa dia, apa latar belakang sosial, suku bahkan agamanya. Seharusnya kita tidak lagi bertanya siapa orang yang layak disebut sesama kita, tetapi sebaliknya berpikir bagaimana kita bisa menjadi sesama bagi orang lain.

Bagaimana membangun kepekaan terhadap sesama kita? Tentu dengan terlebih dahulu mengalami dan memiliki belas kasih Allah. Sayangnya, semua itu hanya ada secara teoritis di dalam pikiran si ahli Taurat. Perumpamaan ini sesungguhnya adalah teguran, bahwa yang penting bagi Allah bukanlah menguasai firman Tuhan tetapi bagaimana seseorang hidup berdasarkan firman Tuhan yang ia tahu bahkan mungkin hafal luar kepala.

Ketidakperdulian seseorang untuk menunjukkan kasih kepada orang lain dapat menjadi pertanda bahwa sesungguhnya ia belum mengalami kasih dan anugerah Tuhan.

Doa: “Roh Kudus, penuhi kami dengan kasih-Mu dan mampukan kami mengasihi semua orang karena Engkau pun mengasihi mereka. Amin.”

Bacaan Setahun: Yohanes 13:21-30; Efesus 4:25-32; Yeremia 4:5-31; II Raja-raja 20-21.

 

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …