Kesaksian sembuh dari Covid-19

Oleh: Ringgo Ella

Pada tanggal 14 April sore saya diijinkan Tuhan mengalami sakit. Dan sakit itu berlangsung terus, sehingga pada tanggal 17 saya di bawa ke dokter Bina untuk di cek dan dokter menyarankan untuk di cek lebih lanjut. Besoknya, pagi-pagi saya dibawa ke laboratorium untuk di cek dan jam 10 pagi saya langsug di bawa ke RS Santosa untuk di cek lebih lanjut (rapid test) dan akhirnya saya dinyatakan positif Covid-19. Ketika saya mendengar bahwa saya posistif Covid-19 saya hanya terdiam, tersenyum dan bersyukur. Saya langsung di bawah ke ruang isolasi dan langsung ditangani oleh dokter dan perawat.
             Pada minggu pertama adalah masa-masa kritis saya, karena penyakit saya semakin parah (panas, demam, batuk, sakit badan dan sesak nafas), saya sudah pasrah kepada Tuhan, bahkan sempat berkata bahwa Tuhan, “Jika Engkau masih ijinkan saya pelayanan sembuhkan jika tidak ambil saja nyawa saya”, karena pada  saat itu saya sudah merasa berada di ambang kematian dan menurut saya tidak mungkin sembuh lagi. Akhirnya minggu pertama berlalu, hasil swab pun keluar dengan hasil positif, ketika saya mendengar hasil tersebut, sebenarnya semakin down, tetapi saya belajar bersyukur dan saya teringat ayat firman Tuhan yang berkata iman adalah dasar dari segala sesuatu yang tidak kita lihat dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita dengar (Ibr. 11:1) dan saya mulai berusaha bangkit.
             Pada akhirnya hasil swab yang kedua pun keluar “negatif” saya sangat bersyukur sekali, meskipun sudah negatif tapi badan saya belum fit sepenuhnya. Saya berharap dan berdoa kepada Tuhan biarlah hasil swab yang ketiga negatif dan saya pulih total dari sakit Covid-19. Tetapi apa yang saya pikirkan dan doakan tidak terjadi, malahan sebaliknya. Hasil swab pun keluar dan dinyatakan positif. Pada saat saya mendengar hal tersebut, saya berkata kepada Tuhan kenapa hasilnya harus positif? Pada saat itu saya mulai down lagi dan putus asa. Tetapi saya teringat firman Tuhan yang berkata bahwa “Aku ini mengetahui rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu yaitu, rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan”, akhirnya saya berusaha bangkit lagi dan berdoa dengan sungguh-sungguh, sehingga akhirnya hasil swab yang keempat pun keluar “negatif” di luar yang saya bayangkan bahwa hasilnya negatif,  Tuhan sungguh di luar yang saya pikirkan dan bayangkan. Dan saya berdoa, optimis dan percaya bahwa hasil yang ke lima akan negatif, meskipun hasilnya belum keluar, akhirnya hasil swab pun keluar lebih cepat dan dinyatakan negatif. Pada saat saya mendengar hal tersebut, rasanya tidak percaya. Tuhan buat saya terkagum-kagum akan kuasa-Nya. Saya mau katakan kepada bapak/ibu, saudara/i dan semua yang membaca kesaksian saya. Tetaplah bersyukur, mengandalkan Tuhan, bersukacita, tetap semangat, berdoa dan katakan Tuhan Yesus baik, ketika Tuhan ijinkan masalah, sakit penyakit, dan masalah apapun terjadi dalam hidup kita, karena Tuhan mau lihat seberapa setia kita kepada-Nya. Biarlah kesaksian saya ini, memberkati bapak/ibu, saudara/i dan semua yang membacanya, Amin.

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …