Renungan Harian 16 Juli 2020

MURAH HATI

Lukas 10:30-37

Roma 8:32. “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Bapa kita adalah Bapa yang sangat murah hati. Ia telah memberikan yang terbaik sedangkan manusia cenderung menyimpan yang terbaiknya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Murah hati bicara tentang hati bukan sekedar apa yang dilakukan tangan. Ciri atau tanda orang yang murah hati yaitu orang tersebut tidak hitung-hitungan karena dasarnya adalah kesukaannya memberi dan tidak mementingkan diri sendiri. Kelimpahan bagi orang yang murah hati adalah karena akibat dari pemberiannya. Sementara ada orang yang memberi dengan tujuan untuk mendapatkan dan ia akan berhenti memberi tatkala ia tidak mendapatkan apa yang ia harapkan.

Murah hati dalam waktu yang bersamaan bukan berarti murahan.  Artinya kita tidak harus sembarangan memberi kepada orang yang tidak tahu diri dan tidak menghargai apa yang kita beri. Firman Tuhan dalam Matius 7:6 berkata,  “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” Bermurah hati tidak berarti menyuapi sebuah kemalasan.

Murah hati tidak hanya selalu bicara tentang pemberian uang. Namun kita diminta juga bermurah hati dalam hal memberi pujian kepada orang yang memang pantas untuk dipuji. Bermurah hatilah dalam hal waktu, termasuk bermurah hati dalam berdoa, yang artinya jangan selalu berdoa hanya untuk memberkati diri sendiri, tetapi untuk orang lain.

Saat-saat ini, sikap murah hati sedang teruji dan orang yang murah hati tidak akan terbendung dengan kondisi yang ada, karena sekali lagi bukan bicara apa yang dimiliki tetapi berbicara hati yang suka memberi. Mari, jadilah anak-anak dari Bapa yang murah hati.

Doa: “Bapa, kami mau menjadi anak-anak-Mu yang murah hati seperti Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

BacaanSetahun: Yohanes 5:1-18; II Korintus 5:11-15; Yesaya 26; I Samuel 30-31.

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …