
JALAN ALLAH TAK TERSELAMI
Mazmur 40
Roma 11:33. “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”
Mengapa ada penderitaan di dunia ini, sementara Allah adalah kasih? Ketika kita berada dalam penderitaan, sebagai anak kita memiliki harapan Allah menjawab doa kita. Mungkin kita bertanya sampai kapan penderitaan ini akan berakhir? Mengapa Allah belum menjawab doa kita? Dimanakah kuasa Allah saat ini? Mengapa kita sebagai anak-anak Allah harus mengalaminya?
Dari Mazmur 40 kita akan menemukan jawabannya. Kita mempunyai Allah sebagai batu karang yang teguh untuk dasar kita berpijak, agar jangan sampai kepercayaan kita kepada Allah menjadi goyah saat menghadapi penderitaan. Sebagai anak-anak Allah kita meyakini, bahwa mati hidup itu ada di tangan Allah. Penderitaan, penyakit, bencana alam, perang, kelaparan, virus bisa membawa kita kepada kematian. Namun, di balik kematian ada kemuliaan kekal yang nilainya jauh melebihi penderitaan kita di bumi ini. Maka jangan pernah takut menghadapi musibah.
Pekerjaan yang Allah lakukan atas kita sungguh terlalu banyak hingga tak mungkin kita menyelaminya. Kita mempercayai kedaulatan Allah. Semua penderitaan kita ada dalam kendali Allah. Allah mengijinkan penderitaan terjadi pasti Allah juga yang bisa mengakhirinya. Namun bila saat ini Allah belum melakukannya, Dia ingin kita bisa memahami cara Allah bekerja atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Cara Allah bekerja tidak sesuai dengan cara kita.
Rahmat dan perlindungan Allah pasti nyata menyertai kehidupan setiap anak-anak Allah di dunia ini. Penderitaan yang mengerikan sekalipun, tidak akan pernah kita alami tanpa seijin Allah. Andaikan hal itu terjadi dalam hidup kita, ada kuasa Tuhan Yesus yang memberi kita kekuatan dan pengertian, sehingga kita tidak perlu takut. Percayalah kepada Allah dan pujilah Dia senantiasa.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku percaya atas kedaulatan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 4:31-42; II Korintus 4:1-15; Yesaya 24; I Samuel 26-27.
GBI Pasir Koja 39 Bandung