
PERCAYA TUHAN DALAM GELAP
Yeremia 32:17-27
Markus 9:23. “Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Iman berarti bersandar pada fakta, bahwa Allah punya maksud saat membiarkan saya ada dalam suatu keadaan ketika saya merasa tidak berguna bagi-Nya dan menjadi beban bagi orang lain. (Pamela Reeve).
Satu kali ketika uang kami (lumayan besar) di salah satu bank mandeg dan tidak bisa diambil karena satu dan lain hal, itu cukup membuat hidup kami menjadi tidak karuan. Kekuatiran mulai menghampiri, bagaimana kalau itu tidak bisa diambil? Kami sudah berdoa dan puasa pun kami sudah lakukan, tetapi kenyataannya uang itu belum ke luar juga.
Saya mengikuti doa malam (via online) yang diadakan oleh gereja setiap malam, mulai pk. 20.00, selama masa pandemi. Sering kali saya merasakan kehadiran Tuhan yang kuat. Saya pun dikuatkan oleh doa-doa, pujian, dan firman Tuhan yang disampaikan. Pada suatu hari saya ingat satu lagu: “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil…mukjizat-Nya disediakan bagiku…” Kemudian ada kesan dalam hati, bahwa Tuhan sanggup membuka bank itu untuk mengeluarkan uang kami, Tuhan sanggup menghentikan virus Corona kalau Dia mau. Apa pun bisa Tuhan lakukan karena Dia Allah yang Maha Kuasa, tetapi Tuhan memiliki rancangan untuk setiap kehidupan manusia di dunia ini. Manusia hanya perlu berserah dan mengikuti apa yang Dia mau.
Mudah untuk mempercayai Dia ketika semua baik-baik saja, tetapi ketika dalam keadaan semua seperti gelap, tidak ada harapan, dan kita percaya Tuhan, itulah iman. Mari jemaat Tuhan teruslah bangun hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, maka iman kita akan semakin bertumbuh dan kuat.
To trust God in the light is nothing, but trust Him in the dark, that is Faith. (Charles H. Spurgeon).
Doa: “Kami mau tetap percaya kepada-Mu, ya Allah, meski saat ini kami sedang melintasi lembah kekelaman. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 3:22-30; II Korintus 2:12-17; Yesaya 20-21; I Samuel 20-22.
GBI Pasir Koja 39 Bandung