
TUHAN HADIR DALAM KELUARGA
1 Samuel 4
Amsal 24:3-4. “Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.”
Banyak keluarga mengatakan selalu mengundang Tuhan hadir bahkan memimpin rumah tangga mereka dan mengklaim bahwa Tuhan adalah raja dalam rumah tangga mereka. Namun, persoalannya benarkah Tuhan hadir? Apakah hanya dengan mengklaim, mengakui dan mengundang Tuhan, itu sudah menjadi kepastian Tuhan akan ada? Mengapa banyak keluarga Kristen mengalami kehancuran, keretakan dan banyak ditimpa masalah? Kehadiran Tuhan dalam keluarga tidak hanya cukup sekedar diklaim dan diakui tapi ditindaklanjuti dengan sikap dan perbuatan yang mencerminkan, bahwa Anda tunduk dan taat kepada Tuhan.
Ketika sebuah keluarga bisa hidup rukun, janji firman Tuhan Mazmur 133 berkata, “Ke sana Tuhan memerintahkan berkat.” Artinya berkat akan datang menghampiri ke tempat Anda berusaha, sehingga apa yang Anda kerjakan berhasil. Berkat akan Tuhan perintahkan kepada keluarga yang rukun tapi bukan berarti mereka hanya diam, melainkan tetap harus bekerja, bedanya mereka tidak perlu harus banting tulang kepayahan.
Kerukunan dihasilkan karena seluruh keluarga memiliki keintiman. Intim artinya mengenal seseorang dalam level yang lebih dalam dari sekedar kenal dan tahu. Dan Anda tidak bisa membangun keintiman dengan seseorang hanya dalam waktu beberapa hari. Keintiman butuh waktu dan proses. Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk bisa mengenal pasangan, para orangtua berikan waktu untuk benar-benar mengenal anak-anak.
Untuk menciptakan kebahagiaan rumah tangga atau keluarga dibutuhkan hikmat, kepandaian dan pengertian (Ams. 24:3-4). Semua itu diperoleh melalui firman Tuhan yang semua anggota keluarga baca dan aplikasikan dalam kehidupan setiap hari. Itulah bukti kehadiran Tuhan dalam rumah tangga kita.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menggunakan masa-masa di rumah ini untuk lebih lagi membangun keintiman di tengah keluarga kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 15:11-32; 1 Korintus 3:1-9; Amsal 30; Yosua 3-4
GBI Pasir Koja 39 Bandung