
Pertemuan 1
Keluarga Takut Akan Tuhan Berperan Menghasilkan Generasi Perkasa (The Healthy Family)
(Mzm. 112:1-3; Mzm. 37:25-26)
Pendahuluan
Setiap orang tua pasti berharap anak-anak mereka menjadi generasi yang perkasa. Namun anak-anak tidak akan menjadi generasi perkasa begitu saja. Anak-anak menjadi generasi perkasa karena mereka dibentuk dalam keluarga. Generasi perkasa yang dimaksud Alkitab memiliki ciri-ciri: takut akan Tuhan, suka melakukan kehendak-Nya, diberkati oleh Tuhan sehingga tidak berkekurangan, serta dapat mengulurkan tangannya untuk memberikan bantuan pada banyak orang yang berkekurangan.
Isi
Keluarga yang dapat membangkitkan generasi perkasa adalah keluarga yang takut akan Tuhan:
- Yang mengajarkan firman Tuhan secara berulang-ulang.
Ini dilakukan lewat mezbah doa keluarga, dalam percakapan sehari-hari, melalui waktu kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga, nasihat yang berulang-ulang, disiplin atau teguran yang diberikan dengan kasih.
- Yang memberi teladan.
Pepatah mengatakan bahwa “anak bukanlah pendengar yang baik, tetapi peniru yang ulung.” Karena itu anak-anak menjiplak perilaku orang tua mereka. Tidak cukup mengajarkan firman Tuhan hanya melalui perkataan tetapi juga melalui keteladanan.
Timotius menjadi anak yang beriman dan menjadi pemimpin gereja di kemudian hari, karena ia mewarisi iman yang diteladankan dari ibu dan neneknya (2 Tim. 1:5).
- Yang mendoakan anak-anak sepanjang waktu.
Tidak setiap saat orang tua dapat mengawasi anak-anak mereka. Mereka membutuhkan campur tangan Tuhan. Karena itu orang tua punya tanggung jawab untuk mendoakan anak-anak mereka terus-menerus.
Kesimpulan
Generasi perkasa dibangkitkan melalui keluarga-keluarga yang takut akan Tuhan. Keluarga-keluarga ini mengajarkan firman Tuhan berulang-ulang kepada anak-anak mereka. Di samping itu, mereka juga memberi teladan pada anak-anak dan mendoakan mereka setiap hari.
Pertanyaan dan Penerapan
- Dari ke-3 hal praktis di atas, adakah yang belum saudara lakukan sebagai orang tua? Mengapa?
- Mintalah 1 atau 2 anggota cell untuk menceritakan kendala-kendala yang dialami untuk menerapkan ke-3 hal di atas! Bagi anggota care cell yang lain dapat menanggapinya dan memberikan masukan-masukan.
Pertemuan 2
Kehadiran Tuhan di Tengah Keluarga Melebihi Apapun
(Ams. 3:11-16)
Pendahuluan
Tuhan berjanji untuk hadir di dalam keluarga, yaitu dimana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Nya (Mat. 18:20). Kehadiran Tuhan adalah kebutuhan utama setiap keluarga.
Isi
Menurut Alkitab, kehadiran Tuhan akan memberikan:
- Perlindungan bagi seisi keluarga.
Israel tidak dapat dimanterai oleh Bileam, karena Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Tuhan adalah sumber perlindungan utama.
- Keberhasilan bagi keluarga.
Selama ada tabut Tuhan yang adalah lambang dari kehadiran Tuhan, maka apa saja yang dikerjakan Obed Edom diberkati Tuhan (2 Sam. 6:10-12). Demikian juga Potifar telah menerima berkat sehingga apa yang diperbuatnya berhasil, karena kehadiran Yusuf yang disertai Tuhan di sana (Kej. 39:1-5). Kehadiran Tuhan adalah alasan utama keberhasilan keluarga orang percaya.
- Mukjizat yang dibutuhkan keluarga.
Ibu mertua Simon Petrus yang sedang sakit mengalami kesembuhan ketika Tuhan Yesus datang ke rumah Simon Petrus (Mrk. 1:29-31). Di mana Tuhan hadir, di sana mukjizat-Nya terjadi.
- Hikmat pada keluarga.
Hikmat diperlukan untuk berhasil dalam kehidupan. Hikmat juga diperlukan untuk dapat mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan. Anak-anak membutuhkan hikmat di sekolah mereka, atau saat mereka bekerja. Orang tua pun membutuhkan hikmat untuk mendidik anak-anak mereka dan untuk berhasil dalam pekerjaan atau usaha mereka. Hikmat datangnya dari Tuhan.
Kesimpulan
Tuhan ingin menyatakan kehadiran-Nya di dalam setiap keluarga orang percaya. Kehadiran Tuhan adalah kebutuhan utama setiap keluarga. Kehadiran Tuhan memberikan jaminan akan adanya perlindungan yang sempurna atas keluarga. Kehadiran Tuhan juga menjadi dasar bagi keberhasilan, mukjizat dan hikmat di dalam keluarga.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, apakah langkah-langkah praktis yang harus dilakukan oleh setiap keluarga untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan secara nyata di dalam kehidupan mereka?
- Menurut Anda, mengapa banyak keluarga orang Kristen, tidak merasakan kehadiran Tuhan secara nyata di dalam kehidupan mereka?
Pertemuan 3
Pentingnya Pengajaran yang Benar dalam Keluarga (Protecting Your Family)
(Tit. 1:10-16; Ul. 6:5-7)
Pendahuluan
Allah memilih orang tua untuk menyalurkan pengajaran firman-Nya kepada anak-anak. Jadi yang benar adalah bahwa anak-anak menerima pengajaran firman Tuhan pertama-tama di dalam keluarga mereka masing-masing. Sangat disayangkan, kebanyakan orang tua sekarang malah menyerahkan tanggung jawab itu sepenuhnya kepada gereja. Padahal pengajaran firman Tuhan sangat dibutuhkan oleh setiap anak untuk melindungi mereka dari kejahatan dan kesesatan.
Isi
Perintah untuk mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak, pertama-tama kita dapatkan dalam Ulangan 6:5-7.
- Tujuan (ay. 5)
Tujuan pengajaran firman Tuhan adalah agar semua anggota keluarga termasuk anak-anak, mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan mereka.
- Metode (ay. 6, 7)
Metode yang digunakan adalah mengajarkan dan mempraktekkannya berulang-ulang di dalam semua aktifitas sehari-hari sehingga firman Tuhan tidak dilupakan tetapi terus diingat.
- Guru.
Guru yang mengajarkannya adalah orang tua anak itu sendiri. Ini berarti bahwa orang tua harus terlebih dahulu menerima pengajaran firman Tuhan. Jadi gereja mendidik orang tua, dan orang tua mengajarkan firman Tuhan itu kepada anak-anak mereka di rumah mereka masing-masing.
Kesimpulan
Orang tua mempunyai tanggung jawab utama untuk mengajarkan firman Tuhan berulang-ulang kepada anak-anak mereka. Melalui pengajaran itu diharapkan anak-anak mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan mereka. Dengan demikian anak terhindar dari kejahatan dan kesesatan.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut saudara, mengapa orang tua harus mengajarkan firman Tuhan berulang-ulang kepada anak-anak mereka?
- Mengapa orang tua juga perlu belajar firman Tuhan terus-menerus seumur hidup mereka?
Pertemuan 4
Berkat atas Rumah Tangga Kristen (Mzm. 128:1-6)
Pendahuluan
Allah merancang agar keluarga orang percaya mengalami berkat dan segala yang baik di dalam kehidupan mereka.
Isi
Menurut Mazmur 128:1-6, berkat yang diberikan Allah kepada keluarga orang percaya adalah:
- Berkat keberhasilan (ay. 2)
Keluarga menikmati hasil jerih payah tangan mereka. Artinya apa yang mereka kerjakan Tuhan buat berhasil.
- Berkat damai sejahtera dan sukacita (ay. 3)
Isteri digambarkan seperti pohon anggur yang adalah lambang sukacita. Dan anak-anak dilambangkan seperti pohon zaitun. Getah pohon zaitun dipakai untuk menyembuhkan luka dan wewangian. Artinya anak-anak menjadi berkat yang menyembuhkan luka, memberikan penghiburan dan mengharumkan nama orang tua mereka.
- Kesehatan dan umur panjang (ay. 5, 6)
Orang tua dapat melihat kebahagiaan anak dan cucu mereka. Kalau ada orang yang hidup sampai bisa melihat cucu mereka, itu berarti mereka berumur panjang. Dan tentu saja umur panjang berkaitan juga dengan kesehatan.
Rahasia supaya berkat tersebut terjadi adalah takut akan Tuhan.
Kesimpulan
Allah merancang agar setiap keluarga orang percaya mengalami berkat-berkat-Nya. Keberhasilan, sukacita, damai sejahtera, kesehatan dan umur panjang. Untuk mengalami itu, Tuhan mensyaratkan supaya keluarga hidup takut akan Tuhan dan taat kepada firman-Nya.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut saudara, apakah janji Tuhan tersebut pasti digenapi bagi setiap keluarga?
- Sebutkanlah paling sedikit 3 cara untuk menumbuhkan takut akan Tuhan di dalam keluarga kita masing-masing!
GBI Pasir Koja 39 Bandung