
HATI-HATI MENDUKAKAN ROH KUDUS
Efesus 4:1-6; 17-24
Efesus 4:30. “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”
Kathryn Kuhlman dalam bukunya, Kuasa Terbesar di Dunia, menjelaskan bagaimana Roh Kudus dapat berduka:
Meskipun Roh Kudus adalah kuasa yang hebat dari Trinitas. Dia peka dan mudah berdukacita. Tak diragukan lagi, bahwa Pribadi yang luar biasa ini bisa didukakan oleh kepahitan, kegeraman, amarah, dan perkataan yang jahat. Dengan kata lain, Dia dapat didukakan oleh apa pun dalam kehidupan seseorang yang bertentangan dengan kelembutan, ketahanan menderita, saling menahan diri di dalam kasih, dan berusaha keras untuk memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai.
Persekutuan dengan Roh Kudus tak ternilai harganya. Kehadiran-Nya yang nyata telah memberi hidup dalam setiap bidang kehidupan. Bagi Kuhlman, ini adalah sebuah jalan hidup. Jutaan orang mendengarnya berbicara tentang kasih Allah dan kuasa Roh Kudus, banyak yang mengalami penyembuhan-Nya yang ajaib.
Penting bagi kita untuk dapat memahami apa yang bisa mendukakan (menyedihkan) Roh Kudus yang menyebabkan Dia mundur dari menyatakan kehadiran-Nya dalam hidup kita, yaitu pikiran yang sia-sia, pengertian yang gelap, hidup jauh dari persekutuan dengan Allah, bodoh, dan degil (Efesus 4:17-24)
Ya, kita dapat membuat Roh Kudus bersedih, tetapi kabar baiknya adalah kita juga dapat membuat-Nya bersukacita! Kunci untuk tidak mendukakan Roh Kudus adalah mengejar dan memelihara suatu roh kesucian dan kesatuan. Kesombongan dan kecemaran melumpuhkan pekerjaan Roh Kudus, kerendahan hati melepaskannya.
Berdiam dirilah di hadapan Allah. Tanyalah kepada Roh Kudus, “Apakah saya sedang melakukan sesuatu yang mendukakan Engkau?”
Doa: “Ya Roh Kudus, ampunilah aku yang telah mendukakan-Mu. Aku mau melepaskan semua kecemaran, baik itu kecemaran hati, pikiran, perkataan maupun perbuatan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
Ayat Setahun: Lukas 11:27-36; Roma 15:1-6; Amsal 17; Ulangan 24
GBI Pasir Koja 39 Bandung