Renungan Harian 07 Mei 2020

YESUS PENDOA SYAFAAT

Lukas 6:12-16

Ibrani 5:7. “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.”

Sering sekali kita membaca Yesus naik ke atas bukit seorang diri untuk berdoa. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus mengambil waktu untuk berdoa secara pribadi kepada Allah, mempersembahkan doa dan permohonan kepada Bapa-Nya.

Injil-injil, terutama Lukas, kerap kali menyatakan, bahwa Yesus berdoa seorang diri di tempat sunyi atau di malam hari, waktu makan, dan sehubungan dengan peristiwa-peristiwa penting: waktu dibaptis, sebelum memilih keduabelas rasul, sebelum mengajar doa “Bapa Kami”, sebelum murid-murid mengakui Yesus sebagai Mesias, waktu Yesus dimuliakan di atas sebuah gunung, di taman Getsemani, waktu di salib  Yesus mendoakan mereka yang menyalibkan-Nya, semua murid-Nya; Ia pun mendoakan diri-Nya sendiri. Doa dan permohonan yang dipersembahkan Kristus diiringi dengan ratap tangis dan keluhan juga bersikukuh dan kesungguhan.

Doa-doa itu menyatakan, bahwa Yesus terus menerus berhubungan dengan Bapa-Nya. Semuanya itu membuktikan, bahwa Yesus dalam hidup-Nya sebagai manusia adalah pendoa syafaat yang sungguh-sungguh kepada Bapa-Nya di sorga dan sampai hari ini pun Dialah pengantara kita kepada Bapa di sorga (Ibrani 7:25).

Dengan semuanya itu Yesus memberi teladan kepada kita supaya kita juga menjadi pendoa syafaat. Jika Yesus merasa doa merupakan bagian penting dalam pelayanan-Nya, siapakah kita sehingga masih memandang remeh doa?

Doa: “Tuhan Yesus jadikan kami seperti Engkau yang senantiasa dan selalu berdoa dalam setiap kesempatan. Amin.”

Bacaan Setahun: Lukas 8:1-15; Roma 10:1-8; Amsal 3; Ulangan 12:1-28

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …