
PERTIMBANGKANLAH
Amsal 14
Amsal 14:29. “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”
Jika Anda telah mempertimbangkan akibat dari kemarahan Anda, maka kecil kemungkinan Anda akan marah saat orang lain menyinggung perasaan Anda. Ketika Anda hilang kesabaran, Anda akan selalu kalah, baik itu kehilangan rasa hormat, cinta kasih keluarga, kesehatan, atau bahkan pekerjaan Anda.
Apakah saat ini Anda menggunakan kemarahan untuk memotivasi orang melakukan hal yang benar? Sebaiknya hentikan itu. Anda mungkin saja akan melihat hasilnya, tetapi hanya untuk jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, kemarahan akan selalu menghasilkan lebih banyak kemarahan, lebih banyak apatis, dan lebih banyak keterasingan.
Ada berapa banyak anak yang terasing dari ayah atau ibu mereka karena amarah yang tidak terkendali? Ada berapa banyak orang yang terasing dari pasangan, suami, istri, atau teman karena ada yang tak bisa mengontrol emosinya? Kemarahan menghancurkan hubungan lebih cepat dari apapun itu.
Karena itu, saat seseorang mulai menyinggung perasaan Anda, sebelum Anda membalasnya, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar ingin meresponnya dengan emosi? Apakah saya ingin menjalani argumen yang tidak penting?
Ketimbang membalas saat seseorang membangkitkan amarah Anda, percayalah bahwa Tuhan akan membantu Anda mengendalikan amarah Anda itu. Bertindaklah dengan akal budi dalam menghadapi kemarahan Anda. Amsal 14:35 mengatakan, Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi, tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu. Biarlah Allah menguasai hati Anda, karena Amsal 14:33 menyatakan, “Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.”
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri aku kekuatan untuk mengendalikan diri. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 6:27-42; Roma 8:9-17; Mazmur 145; Ulangan 6
GBI Pasir Koja 39 Bandung