
KORBAN PERSEMBAHAN
Efesus 2:1-10
Ulangan 19:21 “Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”
Korban persembahan adalah sesuatu yang Allah karuniakan kepada manusia, yakni pemberian dari Allah bagi kebutuhan manusia. Allah yang punya kemampuan untuk menyelamatkan manusia dan manusia yang membutuhkan keselamatan bagi dirinya. Jadi bukan pemberian manusia kepada Allah, sebab bagaimana mungkin, manusia yang berdosa mampu mempersembahkan kepada Allah yang kudus?
Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. (Imamat 17:11)
Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (Wahyu 5:9)
Dari kedua ayat di atas, ditemukan dua penjelasan mengenai makna darah dan korban persembahan, yaitu konsep pendamaian dan konsep pengganti.
Orang yang berdosa tidak dapat menghadap Allah yang Maha Kudus. Dosa membuat orang terpisah dari Allah, dan itu berarti kematian. Namun, bila harga tersebut, dibayar lunas melalui kematian dengan darah tercurah, maka terjadilah pendamaian, hubungan Allah dan manusia dipulihkan kembali.
Darah mengadakan pendamaian dengan menyediakan harga yang cukup untuk membayar lunas hutang dosa di hadapan Allah (Ulangan 19:21). Persembahan korban tersebut digenapi sepenuhnya dalam kematian Tuhan Yesus Kristus.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk korban persembahan darah-Mu yang menyelamatkan aku. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 14:12-31; Kisah Para Rasul 26:1-11; Mazmur 116-117; Bilangan 14
GBI Pasir Koja 39 Bandung