Bahan Care Cell April 2020

Pertemuan 1

Kebangkitan-Nya Membuktikan ada Kebangkitan setelah Kematian  (1 Kor. 15:20-26)

Pendahuluan

      Kebangkitan Kristus adalah dasar dari kebangkitan orang percaya dari kematian. Yesus sendiri berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yoh. 11:25).

       Tubuh kebangkitan kita kelak disebut “tubuh rohaniah” dan itu berbeda dengan “tubuh alamiah” yang kita miliki sekarang. Tubuh kebangkitan kita: tidak dapat binasa, mulia, tidak dapat lelah, tidak ada kelemahan, tidak ada sakit-penyakit. Tuhan Yesus mengatakan bahwa tidak ada kawin mengawinkan setelah kebangkitan, artinya tubuh kebangkitan kita tidak ada lagi fungsi seksual.

       Rasul Yohanes mengatakan bahwa “kita akan menjadi sama seperti Dia”, dan Paulus mengatakan bahwa “tubuh kita yang hina” akan diubah “sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia” (Fil. 3:20-21).

Isi           

Kalau orang mati dibangkitkan artinya:

  1. Hidup di dunia ini bersifat sementara dan fana

          Kalau kelak ada kebangkitan orang mati, artinya kehidupan kita di dunia ini hanya sementara dan fana. Konsekuensinya, kita tidak boleh membiarkan hati kita melekat atau tertuju pada hal-hal dunia yang fana tetapi pada kekekalan atau Kerajaan Allah.

  1. Berarti akan ada penghakiman – dimana upah kita akan ditentukan

          Setelah orang percaya dibangkitkan dari kematian, maka kita akan menghadap tahta pengadilan Kristus yang disebut Bema (2 Kor. 5:10). Bukan untuk menentukan apakah kita masuk sorga atau tidak. Karena keselamatan kekal kita di sorga telah dijamin oleh pengorbanan Kristus. Bema adalah untuk menentukan upah yang akan kita terima karena telah mengikuti pertandingan iman selama kita hidup.

  1. Akan ada kelepasan dari kematian, kelemahan, sakit-penyakit

          Tubuh kebangkitan menunjukkan bahwa kuasa maut yaitu kematian tidak dapat lagi bekerja di dalam diri orang percaya. Tidak akan ada lagi kelemahan dan sakit penyakit.

Kesimpulan

    Kebangkitan Kristus dari kematian memberikan kepastian bahwa semua orang percaya yang telah meninggal akan mengalami kebangkitan dari kematian. Tubuh kebangkitan kita itu tidak dapat binasa, tidak dapat lelah, tidak ada kelemahan, tidak dapat ditimpa sakit penyakit dan tidak kawin mengawinkan lagi.

    Kalau kelak kita akan dibangkitkan dan meninggalkan dunia yang fana ini, itu berarti hati kita harus diarahkan pada kekekalan dan Kerajaan Allah, dan kita harus berjuang dalam pertandingan iman kita selama di dunia untuk memperoleh hadiah di hadapan tahta pengadilan Kristus.

Pertanyaan dan Penerapan

Bagaimanakah kita seharusnya mempersiapkan diri selama hidup di dunia supaya kita siap menghadap tahta pengadilan Kristus kelak?

 

Pertemuan 2

Kebangkitan-Nya Memberikan Kuasa untuk Bersaksi

(Luk. 24:1-12 penekanan di ayat 6-9, Kisah 1:8)

Pendahuluan

Setelah Yesus wafat, para murid merasa bahwa mereka sudah kalah. Bagaimana tidak, Yesus dibunuh di kayu salib di depan mata mereka sendiri seperti seorang penjahat. Di tengah kegalauan itu, muncul para perempuan, yakni Maria dari Magdala dan sahabat-sahabatnya yang memberi kabar bahwa Yesus telah bangkit.

Para perempuan ini telah memainkan posisi penting dalam kisah kebangkitan Yesus. Merekalah yang pertama kali mendapatkan kabar kebangkitan, mereka pulalah yang menyampaikan hal ini kepada rasul-rasul yang lain. Kenyataan ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Kaum perempuan tampaknya sudah sejak awal memainkan peranan istimewa dalam komunitas umat beriman.

Isi

Saksi kebangkitan Yesus yang pertama adalah beberapa perempuan. Kalau Tuhan mempercayakan berita kebangkitan-Nya pertama kali kepada para perempuan, itu artinya:

  1. Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menjadi saksinya, termasuk mereka yang merasa tidak berdaya

Dalam tradisi Yahudi, perempuan adalah kelompok masyarakat yang dianggap lemah, tidak berdaya dan tidak dapat diharapkan untuk berbuat banyak. Tetapi kepada merekalah berita kebangkitan Kristus pertama kali dipercayakan. Karena itu, ada kabar baik bagi saudara yang merasa dirinya kecil dan tidak ada apa-apanya. Karena justru, Allah ingin memakai saudara untuk menjadi saksinya yang efektif.

  1. Tuhan bersedia meneguhkan kesaksian mereka

Pada awalnya, para perempuan itu kesulitan meyakinkan murid-murid yang lain, tetapi kemudian Tuhan Yesus sendiri meneguhkan kesaksian mereka dengan menampakkan diri juga kepada para murid yang lain. Sekarang pun, Tuhan Yesus berjanji untuk meneguhkan kesaksian kita dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat (Mrk. 16:20).

Kesimpulan

Tidak ada seorang pun yang tidak berarti. Setiap anggota care cell, siapa pun saudara dapat dipakai oleh Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya. Bahkan kalaupun saudara menganggap diri saudara kecil, lemah, tidak berdaya, tidak ada apa-apanya, saudara dapat dipakai Tuhan menjadi saksi-Nya. Dan saat saudara bersaksi, Tuhan bersedia meneguhkan kesaksian saudara untuk membuat orang-orang menjadi percaya.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Sebutkanlah beberapa perasaan tidak berdaya yang selama ini menghalangi Anda untuk bersaksi? Menurut Anda bagaimana Anda dapat mengatasinya?
  2. Menurut Anda, apakah janji tentang penyertaan Tuhan saat Anda bersaksi masih berlaku sampai saat ini? Dan ceritakanlah pengalaman bagaimana Tuhan menyertai dan meneguhkan kesaksian Anda pada orang lain!

 

Pertemuan 3

Mendengar dan Merespons Berita Kebangkitan (Luk. 24:10-12)

Pendahuluan

Saat berita kebangkitan Tuhan Yesus disampaikan kita mendapat keterangan bahwa ada berbagai respon yang diberikan oleh para murid dan juga orang-orang lain yang mendengarnya.

Isi

Beberapa respon tersebut adalah:

  1. Ada yang langsung percaya

Maria dari Magdala dan para perempuan lain percaya pada berita itu dan segera memberitakannya kepada murid-murid yang lain.

Maria dan para perempuan lain yang segera percaya ini mewakili “kelompok orang-orang yang terbuka” terhadap Injil pada zaman kita sekarang. Jadi selalu akan ada orang-orang yang sebenarnya sangat terbuka dan menyambut Injil di sekitar kita dan mereka adalah sasaran pertama bagi penginjilan. Alkitab berulang kali mengungkapkan kelompok-kelompok yang paling terbuka terhadap Injil adalah: mereka yang disebut “kelompok orang berdosa” dan “orang-orang yang sedang menderita” serta “orang-orang yang sedang dikucilkan”. Karena itu bukalah mata dan telinga saudara untuk melihat orang-orang dalam ketiga kelompok tersebut.

  1. Ada yang ragu-ragu awalnya namun kemudian percaya

Murid-murid lain awalnya ragu-ragu bahkan Tomas menunjukkan keraguan yang lebih besar lagi karena dia berkata “bahwa sebelum ia mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku dan lubang di lambung Yesus dia tidak akan percaya” (Yoh. 20:25). Tetapi kemudian mereka akhirnya percaya setelah Tuhan Yesus menampakkan diri juga kepada mereka. Artinya, Tuhan bersedia menyatakan dan meneguhkan diri-Nya kepada mereka

Orang-orang yang awalnya ragu kemudian percaya disebut sebagai “kelompok pencari”. Mereka juga banyak di sekitar kita. Dengan teknologi internet sekarang ini, “kelompok pencari” ini jumlahnya sekarang semakin besar. Mereka juga ladang yang sebenarnya sudah menguning untuk dituai, hanya dibutuhkan kesabaran lebih saat kita menginjili mereka. Dan percayalah bahwa Tuhan bersedia menyatakan dan meneguhkan diri-Nya kepada mereka.

  1. Ada yang tidak mau percaya sama sekali

Kita harus menyadari bahwa bagaimana pun Injil diberitakan akan tetap ada orang yang menolak sama sekali. Kelompok seperti ini disebut “kelompok yang tertutup terhadap Injil”. Tetapi Tuhan Yesus menasihati supaya kita tidak perlu terus memaksakan berita Injil pada mereka. Yesus berkata “kalau kamu ditolak di kota yang satu, pergilah ke kota yang lain” (Mrk. 6:11; Mat. 10:11-14). Artinya kita tidak perlu menghabiskan waktu dan energi kepada mereka yang menolak. Untuk kelompok-kelompok masyarakat yang tertutup, sebaiknya kita mendoakan mereka terus-menerus supaya datang waktunya mereka menerima lawatan Allah.

Kesimpulan

Setiap kali Injil diberitakan, kita akan mendapati tiga kemungkinan respon, yaitu: terbuka dan percaya, ragu-ragu tetapi kemudian percaya, menolak sama sekali. Fokus kita adalah kepada mereka yang terbuka dan kemudian yang ragu-ragu karena sedang mencari karena kemudian mereka dapat percaya. Dibutuhkan kepekaan terhadap masing-masing kelompok ini.

Pertanyaan dan Penerapan

Buatlah sebuah daftar list dari orang-orang yang berinteraksi dengan Anda selama ini: Cobalah kelompokkan orang-orang yang termasuk sebagai “kelompok orang berdosa”, “kelompok orang menderita” dan “yang dikucilkan”. Dan rencanakan penginjilan untuk mereka.

 

Pertemuan 4

Paskah adalah Pengampunan Dosa bagi Orang Percaya (Mat. 26:26-28)

Pendahuluan

Perjamuan Kudus yang pertama dilakukan oleh Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya bertepatan saat Paskah. Di dalam Perjamuan Kudus itu, Tuhan Yesus mengambil dua unsur yaitu: roti dan anggur.

Isi

Apa makna Perjamuan Kudus itu bagi kita?

  1. Makna roti perjamuan

a. Karena perjamuan itu dilakukan bertepatan dengan Paskah, maka roti      yang digunakan oleh Tuhan Yesus pastilah roti yang tidak beragi (ay. 26). Roti yang tidak beragi dalam Paskah Yahudi adalah peringatan tentang pahitnya penderitaan yang mereka alami selama dalam perbudakan di Mesir. Di tempat lain, Paulus menyebut bahwa ragi juga bisa melambangkan dosa. Jadi pembuangan ragi dari roti tersebut menggambarkan tentang dibuangnya dosa dan perbudakannya di dalam hidup kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.

b. Roti tersebut dipecah-pecahkan (dihancurkan)

Ini adalah simbol penyerahan/penghancuran tubuh Kristus untuk kita (Luk. 22:19; 1 Kor. 11:24). Ingat bahwa pada waktu Yesus disalib, tubuh-Nya menderita banyak luka/penghancuran. Luka-luka/penghancuran itu adalah harga yang telah dibayar oleh Kristus untuk menebus kita.

  1. Makna anggur perjamuan

a. Tuhan Yesus berkata “minumlah kamu semua, dari cawan ini” (ay. 27). Frasa “kamu semua” tentu saja tidak boleh kita artikan ke-12 murid. Sebab, Yudas tidak ada dalam Perjamuan Kudus pada saat itu. Yudas tentu saja mewakili mereka yang tidak percaya/lahir baru (Yoh. 6:64, 71), yang tidak dapat mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Jadi hanya orang yang sudah lahir baru yang dapat mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus.

b. Yesus menyebut anggur Perjamuan Kudus sebagai “darah perjanjian” atau “darah perjanjian baru” untuk pengampunan dosa (ay. 28; Luk. 22:20). Perjanjian Lama di Sinai disahkan dengan darah binatang (Kel. 24:5-8). Darah binatang itu dicurahkan berulang-ulang, yang artinya tidak mungkin menyempurnakan. Jadi darah tersebut hanya merupakan bayangan tentang darah Yesus yang akan dicurahkan kemudian. Sedangkan Perjanjian Baru disahkan oleh darah Yesus yang hanya sekali dicurahkan. Darah-Nya ditumpahkan/dicurahkan untuk pengampunan dosa.

Kesimpulan

       Penting sekali, setiap orang percaya mengambil bagian dalam roti dan anggur perjamuan dengan pemahaman yang benar. Saat kita makan roti perjamuan, seharusnya kita ingat bahwa roti tersebut merupakan lambang tubuh Kristus yang telah “dihancurkan” dan anggur perjamuan merupakan lambang dari darah Yesus yang ditumpahkan sebagai harga yang dibayar oleh Kristus untuk pengampunan dosa kita dan untuk melepaskan perbudakan dosa dari hidup kita.           

Pertanyaan dan Penerapan

Jika roti dan anggur perjamuan adalah lambang dari pengorbanan yang begitu besar yang telah dilakukan Kristus, sikap yang bagaimanakah sebaiknya kita miliki saat melakukannya?

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …