
BATASAN YANG HARUS DIJAGA
Matius 19:1-6
Matius 19:5. “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.”
Banyak konflik suami istri bukan disebabkan oleh faktor keduanya atau perselingkuhan salah satu pihak, tetapi justru karena orang-orang di dekat mereka yang terlalu ikut campur dan mengganggu.
Seorang sahabat pernah mengeluhkan, bahwa ia sangat kecewa kepada pasangannya yang terlalu banyak memberi uang kepada keluarganya tanpa ijinnya. Mertua dan ipar yang bebas membuka kulkas, lemari makan bahkan mengutak atik isi kamar adalah mimpi buruk bagi para istri. Seorang Istri yang banyak menuntut dan keluarganya yang merepotkan atau tidak menghargainya sebagai kepala keluarga juga merupakan momok bagi seorang suami. Kakek nenek yang terlalu ikut campur dalam pola pengasuhan cucu mereka juga dapat menjadi sumber konflik bagi pasangan muda.
Sayangnya dalam budaya Indonesia, kita kerap lupa bahwa ada batasan privacy yang harus kita jaga. Usil menjadi penyakit yang dianggap wajar dan tidak perlu diobati. Padahal, dalam jangka waktu panjang dapat sangat mematikan.
Kadangkala cara paling mudah untuk menunjukkan kasih kita kepada anak, menantu atau cucu kita adalah dengan tidak membiarkan mereka yang kita kasihi terluka karena perbuatan kita. Hormati ruang pribadi mereka, berhenti ikut campur jika tidak diminta dan jangan usil.
Sebelum mengatakan dan melakukan sesuatu, tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini: “Apakah ini pantas secara etika untuk saya lakukan.” “Apakah ini area di mana saya boleh berkomentar atau masuki? “Bahagiakah saya, kalau anak saya bertengkar dengan pasangannya karena saya?”
Mari mengasihi dengan cara memprioritaskan kebahagiaan orang yang kita kasihi di atas kebahagiaan dan kepentingan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi kami, yaitu dengan memberikan nyawa-Mu demi kebahagiaan kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 4:30-41; Kisah Para Rasul 18:24-28; Mazmur 79-80; Imamat 21.
GBI Pasir Koja 39 Bandung