Renungan Harian (13 Desember 2015)

13NATAL TANPA KRISTUS

Lukas 1:39-45

Lukas 1:46. Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,”

Sudah menjadi rahasia umum jika Natal sebenarnya telah bergeser maknanya dari apa yang tercatat di dalam Alkitab. Jepang bisa merayakan pesta Natal begitu megah meskipun penduduk Kristennya tak lebih dari 1%. Sepanjang Orchard Road Singapura (negeri yang terus beranjak kepada sekularisme) juga sangat meriah dengan dekorasi Natal pada November dan Desember. Pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia pun tak mau kalah meriah menyemarakkan suasana Natal, meskipun kekristenan minoritas di negeri ini.

Natal juga selalu memunculkan tokoh-tokoh terkenal seperti Sinterklas dan Pit Hitam. Kostum dominan merah dan putih, juga topi kerucutnya, menjadi pakaian yang wajib hadir saat Natal tiba. Patung Sinterklas maupun sosok rekaannya terpajang di mana-mana, untuk sekadar hiasan, juga untuk pelengkap layanan sesi photo bersama. Natal dirayakan dunia sangat meriah, meskipun bisa jadi, tanpa kehadiran Kristus, Sang Pusat Natal, di dalamnya.

Semuanya memang sangat berkaitan dengan kekuatan uang. Ada pemodal yang menangguk untung dari “bisnis hari raya keagamaan” semacam ini. Meriahnya suasana bisa mengalahkan paduan suara malaikat. Popularitas Sinterklas melambung jauh melebihi Kristus. Dengan cara semacam inilah perayaan Natal akan kita lanjutkan dari tahun ke tahun kelangsungannya?

Benarlah, bahwa ada sukacita yang besar dalam Natal. Tetapi itu sukacita menyambut keselamatan kekal, bukan karena alasan-alasan keduniawian. Natal adalah tentang solidaritas, kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Solidaritas Allah terhadap manusia berdosa yang butuh keselamatan.

Jika Natal masih hadir bagi kita tahun ini, waktunya menghentikan cara-cara perayaan yang tak berkenan. Biarlah Natal kali ini justru akan membawa kita kepada Kristus, satu-satunya Pribadi sentral yang layak mendapatkan perhatian. Dengan-Nya setiap orang harus berjumpa ketika merayakan Natal. Selamat Natal!

Doa: “Ampuni kami yang merayakan Natal dengan cara yang tidak berkenan bagi-Mu. Sungguh, Engkaulah alasan Natal dan biarlah melalui perayaan Natal, kami membawa orang-orang untuk berjumpa dengan-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …