Generasi Yosua

Oleh: Simon Irianto

“Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.” (Yosua1:2)

Yosua mewakili generasi muda, dia tidak membebaskan Israel; Musa lah yang melakukannya, tetapi Yosua membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan untuk menyelesaikan apa yang tidak dikerjakan oleh Musa. Yosua memimpin bangsa Israel mengalahkan musuh untuk menguasai tanah Kanaan, suatu karya yang luar biasa.    

Dari kisah ini kita belajar, bahwa setiap generasi mempunyai tantangan dan panggilan yang berbeda-beda, masalah yang berbeda-beda pula. Ayat 2 dimulai dengan kalimat “Hamba-Ku Musa telah mati”, tugas Musa telah selesai dan Yosua harus menyiapkan diri untuk  panggilan yang  berbeda yaitu berperang mengalahkan penduduk Kanaan demi menguasai tanah perjanjian.

Yosua telah lama mengikuti Musa, dia dengan setia menyertai tuannya dalam segala keadaan. Dia belajar dan melihat teladan dari generasi sebelumnya, bagaimana memimpin dengan otoritas dan kasih. Dia juga belajar membangun hubungan dengan Allah. Ketika Musa berada di gunung bertemu Tuhan, Yosua menyertainya, dia melihat sumber kekuatan dan wibawa Musa adalah kedekatannya dengan Allah. Yosua juga belajar menundukkan diri kepada Musa, ketika para pemimpin berontak, dia tetap setia dan taat. Dia maju berperang sesuai perintah dan petunjuk Musa. Kunci pertama seorang muda menjadi pemimpin yang sukses adalah penundukkan diri dan menghormati otoritas.

Kunci kedua, Yosua membangun cara kepemimpinannya sendiri. Dia tidak berusaha menjadi seperti Musa. Gaya kepemimpinannya sebagai seorang panglima perang diperlukan untuk memasuki tanah perjanjian. Musa memimpin sebagai seorang gembala dan bapa. Itu cocok untuk generasinya, tapi tidak cocok untuk generasi Yosua. Tuhan memerintahkan dia meneguhkan hatinya, bahkan diulang sampai tiga kali. Dia tidak perlu merasa kecil hati; Tuhan yang besar dan dahsyat berjanji menyertai dia.

Kunci ketiga, Yosua harus terus merenungkan firman Tuhan siang dan malam dan menerapkannya dalam kehidupannya dengan hati-hati, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Ini akan membuatnya selalu berhasil dan beruntung. Tantangan dan musuh di depan tidak sama dan selalu berubah, itulah sebabnya Tuhan memerintahkan Yosua untuk bertindak dalam terang firman-Nya, sebab prinsip-Nya selalu benar dan teguh, inilah yang menjadi acuan dan sumber kepastian dalam mengambil keputusan.

                Bila generasi muda mau menerapkan prinsip Yosua dalam hidup mereka, mereka akan meraih hal-hal besar bahkan lebih besar dari generasi sebelumnya. Pasti!

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …