Roma 12:1-2
Roma 12:11. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Beberapa minggu yang lalu, ada kejadian konyol yang cukup untuk membuat dahi berkenyit. Ada seorang pemuda Amerika bernama Ryan yang begitu sakit hati kepada kekasihnya yang baru saja memutuskan hubungan dengannya. Dengan kondisi hati yang hancur seakan-akan tercabik-cabik hingga rasa sakit hati itu sulit dihilangkan, ia berniat untuk membalaskan dendam yang semakin berkobar-kobar itu.
Sebelum akhirnya Ryan ditahan oleh polisi, satu bulan sebelumnya dia sempat berada di apartemen kekasihnya. Namun setelah beberapa menit berlalu, tiba-tiba kekasihnya ini melarikan diri keluar dari apartemen untuk menghindari serangan Ryan. Saat Ryan meninggalkan apartemen itu barulah kekasihnya kembali namun dia tidak mendapati Bear, anjing kesayangannya berada.
Pada bulan berikutnya, Ryan sempat mencoba untuk memperbaiki hubungan yang kandas tersebut dengan menjamu kekasihnya makan malam bersama. Namun, beberapa hari kemudian datang pesan singkat dari Ryan yang menanyakan kepada kekasihnya bagaimana rasa daging Bear itu? Betapa terkejut perempuan itu. Ternyata sewaktu dia melarikan diri keluar dari apartemennya satu bulan yang lalu itu, Ryan pergi dengan membawa anjing peliharaannya lalu membunuh dan memasaknya untuk hidangan makan malam bersama.
Tak cukup sampai di situ, dalam sebulan terakhir Ryan juga beberapa kali melakukan teror. Sampai sehari menjelang ditahan oleh polisi, Ryan mengirim sebuah tas kecil di depan pintu apartemen mantan kekasihnya tersebut dan tas kecil itu berisi telapak kaki anjing yang diyakini adalah telapak kaki Bear.
Untuk sesuatu yang keliru (dendam) orang rela melakukan hal “bodoh” yang berujung kepada masalah demi masalah, tetapi bagaimana dengan cinta kepada Tuhan yang adalah hal yang mulia dan mendatangkan hidup? Untuk membuat dendam semakin berkobar cukup dengan sebuah “sakit hati”, tapi untuk membuat cinta kepada Yesus semakin berkobar cukup dengan layanilah Tuhan. (NK).
Doa: “Kami mau terus mengobarkan kasih kami kepada-Mu dengan melayani Engkau selamanya dan dengan setia. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
