1 Korintus 10:1-13
1 Korintus 10:12. “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”
Mendengar skandal perselingkuhan yang dilakukan seorang hamba Tuhan yang cukup terkenal belum lama ini memang sangat mengecewakan dan mengejutkan. Bagaimana seseorang bisa berubah sedemikan rupa? Dari seseorang yang dikenal takut akan Allah menjadi seseorang yang menjadi cibiran dan cemoohan masyarakat luas karena perbuatannya.
Seabad lalu, Oswald Chambers pernah mengatakan kepada muris-muridnya di Bible Training College di London, “Tetaplah waspada pada kenyataan, bahwa tempat di mana seseorang jatuh, orang lain mungkin jatuh juga (termasuk Anda dan saya)….Ketidakwaspadaan melipatgandakan kelemahan kita.”
Pesan dari Chambers menggemakan peringatan Paulus agar kita menyadari kerapuhan diri kita ketika kita melihat dosa-dosa orang lain. Setelah menyatakan ketidaktaatan bangsa Israel di padang gurun, Paulus mengajar kita untuk belajar dari hal itu, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Ia mengingatkan kita dengan keras untuk hati-hati dengan keangkuhan masa kini, ketika ia menulis, “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”
Menggeleng-gelengkan kepala sebagai tanda menyalahkan merupakan tanggapan umum terhadap seseorang yang jatuh ke dalam dosa dan menjadi buah bibir banyak orang. Namun, ingat bahwa jika kita tidak hati-hati, maka hal itu pun dapat juga terjadi pada kita. Ketika seseorang yang kita tahu sedang jatuh, daripada ikut-ikutan menghujat, akan jauh lebih baik bagi kita untuk menundukkan kepala kita dan berdoa baginya juga agar bertobat dan bagi diri kita supaya kita terhindar untuk jatuh di lobang yang sama.
Doa: Tuhan Yesus, ajar kami untuk rendah hati. Dan tolonglah kami untuk senantiasa ada di dalam pimpinan Roh-Mu, agar kami tidak tersandung jatuh ke dalam lobang dosa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
