
ANAK PANAH DI TANGAN PAHLAWAN
Mazmur 127:3-5.
Mazmur 127:5. “Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.”
Keluarga yang mempunyai banyak sekali anak adalah seperti tabung yang penuh berisi anak panah, dengan ukuran-ukuran yang berbeda. Artinya mereka mempunyai kemampuan-kemampuan dan kecenderungan-kecenderungan yang berlainan, akan tetapi semuanya dapat berguna bagi keluarga dalam beberapa cara dan pada satu atau lain waktu. Bahwa, mereka merupakan pemberian yang baik dan alat yang bisa digunakan untuk banyak kebaikan dan sokongan, serta perlindungan yang besar bagi orangtua dan keluarga mereka.
Amatilah di sini, anak-anak pada masa muda adalah anak-anak panah, yang jika digunakan dengan hati-hati, dapat diarahkan tepat pada sasaran, yakni untuk kemuliaan Allah dan pengabdian bagi angkatan mereka. Tetapi setelah itu, sesudah mereka pergi ke luar ke tengah-tengah dunia, mereka adalah anak-anak panah yang lepas dari tangan, sehingga sudah terlambat untuk melengkungkan mereka. Pada waktu itu, bila salah, anak-anak panah di dalam tangan ini pun sering kali menjadi anak-anak panah yang menusuk hati, yang dapat membawa kesedihan bagi orangtua mereka yang saleh dan menghantar ke dalam kubur dengan dukacita.
Dalam kenyataannya, memang tidak semua anak panah mengenai sasaran, meleset dari sasaran, karena berada di tangan orang yang tidak ahli memanah.
Jadi, anak panah harus diambil dan dibidikkan ke sasaran, anak panah itu harus berada di tangan seorang pahlawan.
Doa: “Tuhan Yesus, beri kami akal budi dan mampukan untuk senantiasa berjalan dalam firman-Mu. Amin.”
Ayat Bacaan: Matius 20:1-16; Kisah Para Rasul 11:19-30; Mazmur 34; Keluaran 16-17
GBI Pasir Koja 39 Bandung