Renungan Harian 08 Februari 2020

REINHARD BONNKE DAN DANIEL KOLENDA

2 Raja-raja 2:1-25

2 Raja-raja 2:15. “Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: “Roh Elia telah hinggap pada Elisa.” Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.”

Setelah memimpin 60 juta orang kepada pertobatan, Reinhard Bonnke menyerahkan tongkat pelayanannya kepada seorang penginjil muda berusia 29 tahun, Daniel Kolenda. Dia berkata, bahwa impartasi kepada generasi penerus harus terjadi supaya pekerjaan besar Allah bisa berlangsung terus, tanpa riak berarti. “Saya sudah berusia 70 tahun dan akhirnya saya menemukan seseorang yang dapat meneruskan tuaian besar ini.”

Dengan penetapan tersebut, dia menginjil bersama Daniel Kolenda selama 4 tahun. Kolenda memimpin lebih dari 10 juta orang kepada Kristus. Ia menyaksikan berbagai mukjizat terjadi. Yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, dan yang mati bangkit. “Satu kualitas yang saya temukan dalam diri Daniel Kolenda adalah pengurapannya. Ia penuh dengan Roh Kudus dan memiliki natur untuk berserah kepada kuasa Roh Kudus, bukan dengan kekuatannya sendiri. Yang kedua adalah dia seorang pelaku. Ia peka mendengar dan mematuhi suara Allah.

Dalam kekristenan modern, di mana kepemimpinan terletak di tangan satu orang, penerus terkadang dianggap tidak penting atau bahkan ditakuti sebagai ancaman. Tetapi ketika Elia menyerahkan tongkat pelayanan kepada Elisa, Ia memastikan pelayannya tetap berjalan, bahkan berdampak dua kali lipat.

Transisi antar generasi adalah sebuah hal yang membutuhkan kerendahan hati dari kedua belah pihak. Elisa digambarkan sebagai seorang yang “menuangkan air ke tangan Elia” (2 Raja-raja 3:11). Postur tubuhnya menggambarkan kerendahan hati, memungkinkannya untuk menerima jubah Elia. Setiap Elia membutuhkan seorang Elisa yang bersedia belajar, melayani, menundukkan diri, dan menghormati. Setiap Elisa membutuhkan seorang Elia yang memiliki kerendahan hati untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga kepentingan generasi berikutnya.

Doa: “Beri kami kerendahan hati, agar tongkat estafet pelayanan dapat terus berjalan, ya Allah.”

Ayat Bacaan: Matius 19:16-30; Kisah Para Rasul 11:1-18; Mazmur 32-33; Keluaran 14-15

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …