
PUNDI BERLUBANG
Hagai 1:1-14
Hagai 1:6. “Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!”
Hagai menggambarkan kondisi bangsa Yehuda semasa Hagai melayani. Apa pun yang dimiliki tidak berguna dan menjadi sia-sia. Tak dapat disangkal, apa pun yang kita miliki jika tidak diberkat oleh Allah, tidak akan berarti banyak buat kita. Cucuran keringat yang menghasilkan sesuatu dalam pekerjaan kita, sering tidak bisa dinikmati. Kalaupun bisa dinikmati tidak membuahkan kepuasan. Kita seperti sedang menyimpan harta di pundi-pundi yang berlubang.
Lalu, bagaimana agar kita tidak mengalami hal itu terus-menerus? Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyadari bahwa berkat apa pun yang kita terima, sumbernya dari Allah. Bukan keringat dan usaha kita semata-mata yang mengalirkan pendapatan itu. Pekerjaan dan usaha kita hanya sarana yang dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan. Artinya kita harus tetap mengingat untuk mempersembahkan apa yang harus kita persembahkan kepada Tuhan.
Berikutnya, kita juga harus mengingat, bahwa ada orang-orang lain di sekitar kita yang bergumul untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan hidup. Pekalah dengan kondisi itu dan selalu siap sedia untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan dengan membantu mereka.
Hal yang terpenting adalah milikilah kebijaksanaan Allah untuk mengelola berkat-Nya secara bertanggung jawab. Kita harus bisa mengelola berkat dan berinvestasi untuk masa depan. Tentunya setelah memberi persembahan kepada Allah dan sesama. Mintalah hikmat kepada Allah untuk mengelola semua berkat itu. Jangan biarkan kita menyimpan berkat di pundi pundi yang berlubang!
Ayat Bacaan: Matius 10:1-15; Kisah Para Rasul 5:26-33; Ayub 39; Kejadian 31
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri aku hikmat dan hati untuk mengelola berkat-Mu. Aku mau menjadi berkat bagi sesama. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung