
MEKAR DI SAAT SUKAR
Kejadian 26:1-35
Kejadian 26:12. “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.”
Pada waktu terjadi kelaparan di Kanaan, Ishak pergi ke Gerar. Ishak bermaksud menjadikan Gerar tempat transit untuk menuju Mesir, oleh sebab itulah Allah memerintahkan Ishak untuk tidak pergi ke Mesir, tetapi tetap di Gerar, dan Tuhan akan menyertai dan memberkatinya (26:2-3). Ishak taat, dia menabur dan Tuhan memberkati dan mendapat hasil 100 kali lipat, sehingga timbul iri hati orang Filistin. Abimelekh mengusir Ishak untuk meninggalkan daerah mereka. Ishak pergi ke lembah Gerar di mana Ayahnya pergi, dia mengalami kesulitan karena harus memulai usaha dari awal dan karena sumur yang digali oleh Ayahnya telah ditutup oleh orang Filistin. Tetapi Ishak tetap tegar di masa sukar, karena dia tahu Allah akan menyertai dan memberkatinya.
Meskipun Ishak mengetahui, bahwa Allah menyertai dan memberkatinya bukan berarti dia hanya menerima dengan pasif, tetapi melakukan sesuatu yang menjadi bagiannya:
1. Setia dan Taat Pada Tuhan
Ishak setia pada Allah meskipun dalam keadaan yang sukar, dia tidak mengeluh dan berubah setia. (Kejadian 26:1-6)
2. Tekun dan Rajin
Meski Ishak berhasil dan menjadi kaya karena penyertaan dan berkat Tuhan, bukan berarti dia pasif, dia tetap aktif dengan menabur atau bertani serta berternak. Ishak terus berusaha dengan tekun dan rajin sehingga pada akhirnya orang Filistin tidak mengganggu lagi karena melihat ketekunan Ishak dan penyertaan Tuhan atasnya.
3. Hanya Bergantung Pada Allah
Ishak tidak bergantung pada air sumur tetapi pada Allah. Ishak berterima kasih dan mendirikan Mezbah dan memanggil nama Allah (26:25). Belajar dari keteladanan Ishak, marilah kita tetap bertekun dalam iman dan mempercayai Tuhan.
Ayat Bacaan: Matius 6:1-18; Kisah Para Rasul 3:11-26; Ayub 22-24; Kejadian 18-19
Doa: “Kami mau setia, patuh, tekun juga rajin agar kami menerima apa yang Tuhan sudah janjikan atas kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung