
NGENGAT DAN KARAT
Matius 6:19-24
Matius 6:19. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.”
Bacaan firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita untuk bisa mengatur ekspektasi kita dengan benar agar tidak kecewa. Kekecewaan tersebut kalau tidak segera dibereskan akan berubah menjadi sakit hati. Kecewa terhadap pasangan, teman, bos, gereja, hamba Tuhan bahkan kepada Tuhan. Itu karena kita tidak pandai mengatur ekspektasi. Kekecewaan adalah gap antara keinginan dan kenyataan yang diterima.
Firman Tuhan mengingatkan, bahwa selama kita masih di bumi, ngengat masih bisa merusak apa yang kita miliki dan ngengat tidak pernah memilih milik siapa barang tersebut. Ada yang mengira bahwa sebagai anak Tuhan kita tidak akan mengalami hal buruk. Harta yang kita kumpulkan bisa dengan tiba-tiba rusak, dicuri, berkarat dan sebagainya. Jadi, jika hati kita hanya tertuju kepada harta tersebut, maka kita akan kecewa. Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak menaruh pengharapan kepada hal-hal yang bersifat sementara atau berpotensi hilang atau rusak.
Sia-sia adalah ibarat pada saat kita bersusah payah memanjat sebuah tembok tetapi pada saat kita telah ada di puncak tembok tersebut ternyata itu adalah tembok yang salah. Dan celakanya kita tidak memiliki lagi tenaga dan waktu untuk turun dan memanjat tembok yang benar. Sudah saatnya kita berpikir ulang, apa hal yang utama dalam hidup ini. Pikirkan, kalau saya teruskan kebiasaan ini apakah yang akan terjadi pada ujungnya?
Di awal tahun ini, Tuhan masih membuka pintu anugerah-Nya. Kita masih diberi kesempatan untuk mendengar firman Tuhan yang mengingatkan kita untuk kembali kepada jalan-Nya. Apa yang menjadi prioritas Anda saat ini? Kalau masih kepada hal-hal yang bersifat sementara, ingat ngengat dan karat masih memiliki potensi untuk merusak dan menghancurkannya dan membuat Anda kecewa.
Ayat Bacaan: Matius 4:12-25; Kisah Para Rasul 2:22-28; Ayub 13-14; Kejadian 10:1-12:9
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau memprioritaskan Engkau selalu di hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung