Karya Natal dalam Imanuel (Lukas 2:8-14)

Menjelanpsn-gembg kelahiran Yesus Kristus, Matius 1:18-19 menyebutkan: pada waktu Maria, ibu-Nya bertunangan  dengan Yusuf. Dan, sebelum keduanya hidup sebagai suami-isteri, Maria telah mengandung dari Roh Kudus. Yusuf yang tulus hatinya, bermaksud menceraikan Maria diam-diam, karena tak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum.

Melihat keraguan Yusuf, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:20-21).

Matius 1:22-23 menambahkan, hal ini terjadi supaya genaplah yang difirmankan Bapa oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel!” -yang berarti: Allah menyertai kita-. Pemberitaan tentang Imanuel, memang sudah dinubuatkan jauh sebelumnya (Yesay 7:14). Maka, Kristus Yesus lahir menggenapi “Imanuel” dalam kehidupan orang percaya.  Bahkan di dalam Yesaya 9:5-6 Kedaulatan Yesus dipertegas dengan lambang pemerintahan-Nya sebagai Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai, besar kekuasaan-Nya, dan damai sejahtera Allah tidak akan berkesudahan.

Berita Natal disampaikan oleh Malaikat dan sejumlah besar bala tentara sorga kepada para gembala di padang Efrata. Ada respon yang umum dalam pandangan orang Yahudi saat itu.  Bangsa Israel yang sudah terbiasa dengan aturan Taurat, sukar untuk menerima adanya kehadiran seseorang bernama Yesus, yang akan menyelamatkan dan menjadi Imanuel dalam kehidupan mereka.

“Orang Yahudi memang mengakui Tuhan menyertai mereka. Namun, dalam pemahaman dan sepengetahuan mereka, Bapa (ALLAH) tak bisa sembarangan ditemui.” Penggenapan “Imanuel”, disebutkannya, lebih dipertegas lagi dalam Yohanes 17:20-23. Untuk kegenapan “Allah beserta Kita,” Kristus menegaskan keberadaan Dia bersama Bapa yang adalah satu, dan ada di dalam kita.   “Imanuel menjadikan kita semua tinggal di dalam Kristus Yesus.” Jadi, tak ada oknum lain yang diberikan otoritas ilahi yang dimaksud. “Allah beserta kita” menjadi bagian dalam kehidupan orang percaya, kecuali melalui kehadiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Intinya, Yesus ber-Natal menggenapkan Imanuel.   Itu sebabnya, kehadiran Kristus, hendaknya mendorong gereja Tuhan lebih bersemangat dalam kesetiaan beribadah, berdoa, memenangkan jiwa (bermisi) dan melayani-Nya. “Inilah berkat Natal bagi kita semua yang percaya kepada Kristus Yesus, bahwa Allah menyertai kita selama-lamanya.” IMANUEL!

Oleh: Pdt. Jantje Haans

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …