Renungan Harian, 10 Desember 2019

TIDAK MENGERTI TAPI PERCAYA

Lukas 1:26-38

Lukas 1:31. “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.”

Tujuan Gabriel adalah mempersiapkan Maria menjadi alat Allah untuk kelahiran Juruselamat, Yesus. Allah menjatuhkan pilihan-Nya kepada perempuan Maria. Hal itu dinyatakan dengan terus terang oleh Gabriel melalui salamnya, “Salam, engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Sebenarnya bagi Maria itu adalah kehormatan besar, karena pada masanya ada kerinduan besar bagi para perempuan di Israel untuk menjadi ibu bagi Mesias. Hanya saja, pemilihan itu memakai cara yang sulit dimengerti dan bahkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan Yahudi yang sangat memperhatikan kesucian keluarga.

Bangsa Yahudi hidup di bawah ketentuan tradisi atau budaya yang sangat ketat dan ekstrim. Salah satunya adalah tidak diperkenankannya hubungan seks di luar nikah, dengan alasan apa pun. Jika itu terjadi, maka perempuan yang mengandung akan diusir, bahkan dibuang untuk diasingkan. Ironisnya lagi, perempuan itu dikeluarkan dari ikatan keluarga. Kenyataan ini sempat membuat Maria kuatir karena ia mengandung tanpa pernah berhubungan seks dengan tunangannya.

Namun, Maria justru belajar menerima hal yang sulit itu. Dikarenakan imannya kepada Tuhan dan dikarenakan utusan Tuhan, malaikat Gabriel yang mengunjungi dirinya ia menerima risiko kehancuran hubungannya dengan Yusuf. Maria dengan penuh hormat menerima kenyataan tersebut.

Ayat Bacaan Setahun: Wahyu 7; Ibrani 8:1-6; Yehezkiel 40:1-47; Zefanya 1

Doa: “Tuhan ajarkan aku untuk percaya walaupun keadaanku tidak memungkinkan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …