
JATI DIRI ANAK TUHAN
Matius 5:39-48
Matius 5:48. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Seorang pria melihat seekor ular dibakar dan memutuskan untuk mengeluarkannya dari api. Ketika dia melakukannya, ular itu menggigitnya sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. spontan pria itu melepaskan ular itu, dan ular itupun jatuh kembali ke dalam api. Jadi, pria itu melihat sekeliling dan menemukan sebuah tiang logam dan menggunakannya untuk mengeluarkan ular itu dari api, menyelamatkan nyawanya. Seseorang yang menonton mendekati pria itu dan berkata, “Ular itu menggigitmu. Mengapa Anda masih mencoba untuk menyelamatkannya? ” Pria itu menjawab: “Sifat ular adalah menggigit, tetapi itu tidak akan mengubah sifat saya, yang harus ramah.”
Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Kita tidak boleh mengubah sifat dan karakter kita yang sudah benar. Kalau kita menolong orang, memperhatikan keadaannya, berkorban serta berbuat baik kepadanya, akan tetapi ternyata dia menyakiti dan menusuk kita dari belakang, maka tetaplah pada jati diri kita, tetap berbuat baik, tetap mengasihi, tetap memberkati dan tetap mendoakan orang tersebut.
Jangan mengubah sifat dan karakter kita yang sudah baik, karena jati diri kita adalah jati diri sebagai anak Tuhan karena kita sudah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup kita (Yoh. 1:12). Sifat anak Tuhan adalah seperti Bapa nya, harus mengasihi, menolong, dan memberkati siapapun tanpa pandang bulu.
Berikanlah waktu sebentar untuk membaca nats Alkitab berikut: “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Matius 5:46-48.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Yohanes 4:17-21; Ibrani 1:5-9; Yehezkiel 21; Amos 8
Doa: “Roh Kudus, mampukan kami untuk berlaku benar sesuai dengan firman-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung