
BAIKLAH IA MENYANYI
Yakobus 5:7-20
Yakobus 5:13. “Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!”
Pada saat kita mengalami kesulitan, kemiskinan dan kesusahan, Alkitab mengajarkan kita untuk mencari kekuatan dan pertolongan dari Allah. Dengan berdoa, kita sedang menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Allah, sebab Allah adalah Tuhan yang memelihara kita (1 Petrus 5:7).
Demikian pula, barangsiapa bergembira, haruslah ia bernyanyi. Firman Tuhan mengajarkan bahwa jika ada seseorang yang sedang berada dalam keadaan gembira dan makmur, ia harus bernyanyi untuk mengungkapkan kegembiraan dan syukurnya, meskipun sedang berada seorang diri.
Biarlah nyanyian kita merupakan lagu kepada Allah di dalam hati kita, dan Allah pasti bersukacita dengan penyembahan semacam ini. Dan ini ditetapkan bukan hanya untuk mengungkapkan kegembiraan ketika mengalami kemenangan, tetapi juga untuk menyeimbangkan dan melepaskan dukacita ketika menghadapi persoalan.
Bisa kita yakini, bahwa menyanyikan mazmur merupakan ketetapan Injil, dan bahwa sukacita kita harus bersifat kudus, yaitu dikhususkan bagi Allah. Oleh sebab itu, sebagai orang-orang Kristen marilah kita menjadi terbiasa menyanyikan lagu-lagu, baik yang diambil dari Kitab Suci maupun dari gubahan yang dikarang sendiri, ketika menyembah Allah. Karena bagi yang menyanyi dengan gembira dalam penderitaan akan mengalami sukacita Ilahi.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Yohanes 2:1-6; Titus 1:10-16; Yehezkiel 11; Yoel 1
Doa: ”Ajarkan aku untuk terus menaikkan pujian sebagai ungkapan kegembiraan, karena Engkau baik, ya Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung