
HIDUP BERSAMA
Roma 12:9-21
Kejadian 2:18. “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Sekalipun memiliki kepribadian introvert, seseorang tetap membutuhkan orang lain untuk berinteraksi. Kisah Tarzan tentu kisah khayalan, manusia diciptakan untuk hidup dengan manusia lainnya. Alkitab memerintahkan kita untuk hidup berdampingan dengan orang lain dalam hikmat dan kasih. Hidup berdampingan dengan orang lain secara damai itu penting.
Perjalanan hidup di dunia ini adalah perjalanan panjang. Menjalaninya dengan seorang sahabat akan menjadi lebih aman. Sahabat bisa menemani kita melalui keadaan yang buruk atau kesepian. Seorang teman bisa memberikan semangat untuk kita tidak menyerah. Dari orang-orang lain, kita akan banyak belajar, karena kita diciptakan berbeda. Kita bisa belajar dari kelebihan, bahkan kekurangan mereka. Kita tidak perlu melakukan kesalahan yang telah dilakukan teman kita. Kita pun bisa saling mengingatkan bila ketika berbuat salah.
Dalam kitab Roma, Rasul Paulus menasehati agar kita saling mengasihi dan merasa dekat satu sama lain seperti bersaudara. Untuk mencapai itu, kita harus menghormati saudara yang lain lebih daripada diri kita sendiri.
Rasul Paulus mengingatkan agar kita membantu umat Allah yang memerlukan pertolongan. Menyambut tamu di rumahmu dengan senang hati. Katakan yang baik saja kepada orang yang berbuat jahat dan jangan mengutuknya. Bila ada orang lain bersukacita, hendaklah kita bersukacita bersama dengan mereka. Jika ada orang yang sedih, hendaklah kita merasakannya bersama dengan mereka. Hiduplah dalam damai sejahtera dengan orang lain. Jangan merasa lebih hebat tetapi bertemanlah dengan orang yang dianggap tidak penting bagi orang lain. Jangan biarkan kejahatan mengalahkan kita. Kita harus mengalahkan kejahatan dengan cara melakukan yang baik.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Petrus 5:12-14; 1 Timotius 6:17-21; Ratapan 4:1-11; Ester 9-10
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk keluarga, teman-teman bahkan orang yang tak menyukai kami. Ajar kami hidup dalam hikmat dan damai, karena kami membutuhkan orang lain. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung