
JANGAN LELAH MEMBERI UNTUK MISI
Lukas 8:1-3
Lukas 8:3b. “Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.”
Di Inggris ada seorang Kristen yang menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar. Dia mengeluh kepada para pembaca, bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu dan memberi untuk misi. Demikian tulisannya, “Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Saya juga banyak memberi untuk misi. Tapi selama hidup ini, saya tidak bisa mengingat satu pun khotbah tersebut, atau merasakan hasil dari taburan misi yang saya berikan. Jadi, saya telah memboroskan begitu banyak waktu energi dan uang saya.
Ternyata, surat itu menimbulkan perdebatan yang cukup seru dalam kolom pembaca di koran itu. Tentunya oplahnya bertambah karena banyak orang yang tertarik membaca atau berkomentar. Apalagi perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu lamanya. Akhirnya ada seorang pembaca yang menulis demikian: “Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama hidup ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan, namun saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan yang disiapkan oleh istri saya. Walau demikian, saya tahu jelas bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan baru untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka tentu sudah lama saya meninggal dunia.”
Sejak itu tak ada lagi komentar tentang betapa sia-sianya ke gereja untuk beribadah dan memberi untuk misi. Ilustrasi ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, firman Tuhan adalah makanan rohani yang memberikan kita kekuatan dalam menjalani hidup yang penuh tantangan, godaan, dan cobaan, agar kita tidak terjatuh. Kedua, memberi untuk misi memang tidak selalu kelihatan hasilnya secara kasat mata. Namun hanya Tuhan yang tahu pemberian misi Anda sudah mendukung hidup banyak hamba Tuhan dan menolong terlaksananya pekerjaan Tuhan. Tuhan memberkati.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Petrus 2:7-10; 1 Timotius 3:8-13; Yeremia 51:1-24; Nehemia 8
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih kalau kami diberi kehormatan untuk melayani-Mu dengan pemberian kami. Kami bersukacita karenanya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung