“ Bersyukur atas Anugerah-Nya” Oleh: Yani Rohaeni

Nama saya Yani, asli Bandung, anak ke-3 dari 4 bersaudara. Saya menikah dengan Rico, dikaruniai 4 orang anak, 3 perempuan dan 1 laki-laki. Suami saya saat kenal saya, sudah Kristen namun kami menikah secara Islam sampai kami memiliki 4 orang anak . Walau dia tetap Kristen, saya dan anak-anak beragama Islam. Saat itu kami sering berantem bahkan hampir tiap hari. Apalagi ketika suami menginjili/ menceritakan Yesus kepada saya dan tentu saya dengan sangat keras menolak. Keadaan seperti itu membuat dia tidak betah di rumah. Alasannya saya dan anak-anak tidak sepaham/ sejalan, dan dia merasa tidak memiliki atau tidak punya siapa-siapa.

Suatu hari saya melihat foto suami saya di Face Book bersama perempuan lain, waktu itu saya lagi mengandung anak yang ke-4 saya merasa sedih dan terpukul, saya merasa dari sejak menikah sampai melahirkan anak yang ke-4 seperti tidak mempunyai suami. Saya bertanya kepadanya, siapa perempuan tersebut? dia bilang perempuan itu orang Kristen. Saya jadi bertanya kok orang Kristen menyakiti orang lain.

Suatu hari suami bertanya, apakah saya mau menjadi Kristen? saya jawab:” lebih baik cerai dari pada masuk Kristen”. Namun saat kami ribut, sering terlintas di pikiran saya seperti ini: Kenapa gak masuk Kristen saja?. Jadi orang Kristen sepertinya ngak ribet, dan hati seperti mengiyakan apa yang ada dalam pikiran. Sebenarnya ingin ngomong kepada suami bahwa saya mau masuk Kristen, cuma malu dan gengsi serta bingung bagaimana caranya. Masih ada perasaan takut dengan resikonya, kalau ayah dan ibu serta semua keluarga besar tahu, pasti akan menjadi masalah besar.

Dan tanggal 3 Agustus 2013 saya dilayani dan dibimbing oleh Mama Lopies untuk menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Puji Tuhan…. suatu saat saya memberanikan diri untuk pergi ke gereja sendiri. Dalam pikiran saya setelah menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat, maka kami akan pergi bareng ke gereja ternyata tidak seperti yang saya pikirkan, bahkan setiap diajak untuk ke gereja dia selalu bilang nanti saja yang penting saya dulu yang belajar katanya, hingga 6 bulan saya pergi ke gereja sendirian.

Selama 6 bulan itu, anak-anak melihat dengan heran tapi mereka tidak berani menanyakannya. Setiap saya ke gereja selalu bicara kepada anak-anak bahkan terkadang saya mengajak dan puji Tuhan., secara perlahan saya dengan suami menyampaikan Injil kepada mereka dan akhirnya pada bulan Juli 2014 anak-anak juga menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka dan sejak saat itu, kami selalu pergi ke Gereja bersama-sama, maka genaplah Firman Tuhan bahwa satu orang bertobat maka seisi rumah diselamatkan, Puji Tuhan….Haleluya…

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …