
SELALU ADA HARAPAN
Markus 4:35-41
Markus 4:40. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.
Anak pertama disuruhnya pergi pada musim dingin. Anak ke-2 pada musim semi. Anak ke-3 pada musim panas. Dan anak yang ke-4 pada musim gugur.
Anak 1: Pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: Pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak 3: Pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.
Anak 4: Ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.
Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda. Ayahnya berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”
Ketika sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh dan bernasib sial. Ingatlah, kita berharga di mata Tuhan, tidak ada istilah nasib sial bagi orang percaya.
Jika kita tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan tidak akan menuai hasil di musim gugur.
Ada sebuah lagu yang selalu melekat di hati saya. “Seasons come and seasons go, Sun will shine and flowers grow. Winter’s come and my heart yours, for I will never leave you alone.” Musim demi musim boleh berlalu, namun pemeliharaan Tuhan takkan pernah lalai dalam hidup kita.
Ayat Bacaan Setahun: Yohanes 21:20-25, 1 Tesalonika 2:7-12, Yeremia 32, 2 Tawarikh 24-25
Doa: “Kami percaya Engkau Tuhan yang tidak pernah lalai. Kami bersyukur untuk jaminan pemeliharaan-Mu, ya Bapa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung