
BERJAGA
Kisah Para Rasul 5:1-11
1 Tesalonika 5:11. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.”
Dalam kehidupan ini kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi. Setiap kejadian silih berganti. Ada kalanya kabar baik, tetapi ada pula berita buruk. Tiada seorang pun yang dapat menjamin bahwa kehidupan akan selalu berjalan mulus.
Demikian juga yang terjadi dengan jemaat mula-mula. Meskipun ada beberapa orang yang memberikan persembahan, tetapi tidak ada seorang pun yang tahu isi hati orang. Apakah ia memberikan dengan tulus atau terpaksa. Hanya Allah sendirilah yang mengetahuinya.
Satu hal yang dapat dipuji dari jemaat mula-mula adalah kerukunan, keharmonisan, dan kepedulian di antara mereka. Kasih Kristus mengikat mereka dalam kebersamaan. Bahkan ada beberapa orang yang mau menjual harta bendanya demi cintanya kepada Kristus. Namun, tanpa diduga terjadi insiden yang mengerikan menimpa komunitas mereka, yaitu murka Allah.
Salah satu anggota mereka terkena murka Allah dan harus meninggal di tempat kejadian perkara. Mereka adalah Ananias dan Safira. Mereka bernazar ingin mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk Tuhan demi pelayanan. Sayangnya, mereka menahan sebagian hasil penjualan itu, namun berlaku seolah mempersembahkan semuanya. Memang tidak diketahui pasti apa motivasi mereka dalam melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Namun yang pasti mereka mendustai Allah.
Ketika seseorang menjadi bagian dari tubuh Kristus, secara otomatis hidupnya selalu berada dalam bayang-bayang bahaya. Si Jahat akan berupaya untuk menjatuhkan dan menghancurkan iman serta kehidupannya. Cara mengatasinya adalah hidup jujur di hadapan Allah setiap waktu. Dengan begitu, kita tidak memberikan ruang bagi si Jahat hadir dalam pikiran, hati, dan perbuatan kita.
Ayat Bacaan Setahun: Yohanes 21:1-14, 1 Tesalonika 1, Yeremia 30:16-31:9, 2 Tawarikh 20-21
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku berserah kepada-Mu. Ajar aku hidup jujur di hadapan Engkau dan saling menjaga dalam persekutuan dengan orang Kristen. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung