Renungan Harian, 16 September 2019

MENULARKAN KEHIDUPAN

Kisah Para Rasul 8:1-3

Matius 28:20. “Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Kegerakan gereja mula-mula adalah ketika semua jemaat memberitakan Injil. Kisah Para Rasul pasal 8 menceritakan pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Akibat penganiayaan ini semua jemaat, kecuali rasul-rasul, menyebar ke seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Mengapa dalam aniaya jemaat ini tetap memberitakan Injil?

Hal ini karena, pertama, mereka dijadikan murid Yesus. (Kis. 2:41-42; 6:1,2,7).  Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Mereka tahu untuk apa mereka dijadikan murid Yesus, yaitu agar pergi dan memuridkan. Pemuridan yang tidak memberitakan Injil, maka tidak pantas menyandang nama sebagai pemuridan dalam kekristenan.

Kedua, jemaat melihat teladan hidup dari rasul-rasul. Setelah Petrus berkhotbah, ada tiga ribu orang yang bertobat (Kis. 2:37-41). Apa yang dilakukan para rasul terhadap jemaat, jemaat juga melakukan seperti apa yang Yesus lakukan kepada para rasul yaitu menjadikan mereka murid! Semakin banyak yang percaya Yesus dijadikan murid (Kis. 4:4; 5:14).

Apa yang dilihat oleh jemaat? Jemaat melihat bagaimana rasul-rasul dipukuli, dianiaya, dan dijebloskan ke dalam penjara karena pemberitaan Injil (Kis. 4:17; 5:18, 40). Jemaat juga melihat bagaimana rasul-rasul bersukacita menerima penganiayaan yang harus diderita (Kis. 5:41). Itulah yang membuat jemaat seperti rasul-rasul tetap memberitakan Injil walaupun mengalami aniaya.

Pemuridan bukan menularkan pengetahuan tetapi menularkan kehidupan. Pemuridan bukan kumpul-kumpul acara rohani tetapi pemuridan adalah multiplikasi pribadi. Terus semangat dan semangat terus bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus.

Ayat Bacaan Setahun: Yohanes 18:19-27, Kolose 1:9-14, Yeremia 20, 1 Tawarikh 26-27

 Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, bawa aku dalam kegerakan-Mu. Aku mau terlibat dalam pemuridan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …