FATTY LIVER

     Fatty liver atau perlemakan hati merupakan penyakit yang cukup banyak penderitanya  namun seringkali tidak disadari dan bahkan  tidak dikenal oleh penderitanya. Perlemakan hati adalah suatu kondisi  tertimbunnya lemak yang berlebih di hati.  Normalnya lemak dalam hati tidak lebih dari 5-10% dari berat hati. Setidaknya ada 1 dari 4 orang yang terkena penyakit ini.  

     Umumnya perlemakan hati tidak membahayakan nyawa seseorang secara langsung namun apabila dibiarkan kondisi ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan seseorang. Timbunan lemak berlebih di hati akan menyebabkan fungsi hati terganggu. Salah satu tugas hati ialah  menyaring racun dalam darah, sehingga bila  fungsi ini terganggu dapat meyebabkan masalah kesehatan yang serius.

     Perlemakan hati berpotensi menyebabkan jaringan hati membengkak akibat peradangan lalu rusak permanen, yang kemudian mengeras menjadi jaringan parut di hati (sirosis). Kondisi ini bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan. Pada titik ini resiko seseorang terkena kanker hati dan penyakit jantung meningkat.

     Ada dua jenis perlemakan hati yaitu perlemakan hati akibat kecanduan alkohol dan perlemakan hati yang tidak disebabkan oleh alkohol. Di Indonesia penderita perlemakan hati biasanya jenis kedua, sebab  alkohol tidak lazim dikonsumsi secara rutin oleh masyarakatnya. Kelompok yang beresiko tinggi terkena perlemakan hati  diantaranya penderita kelebihan berat badan (gemuk), penderita kencing manis, orang dengan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, penderita tekanan darah tinggi, penderita infeksi hati terutama infeksi hepatitis, orang yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu (obat steroid, obat kanker dan obat jantung). Umumnya penderita perlemakan hati adalah usia paruh baya, namun tidak menutup kemungkinan terkena pada siapa saja bahkan anak-anak.

     Seringnya perlemakan hati tanpa gejala, beberapa orang mengeluhkan nyeri rasa tertekan di perut kanan atas, mudah lelah, tidak nafsu makan, mual, muntah, kembung, tampak kuning dan berat badan turun. Karenakan tidak bergejala, perlemakan hati biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat USG  perut. Untuk penanganan selanjutnya Dokter akan melakukan pemeriksaan USG atau CT scan perut, pemeriksaan darah untuk menilai fungsi hati dan bahkan biopsi jarum halus apabila diperlukan.

     Tidak ada pengobatan khusus untuk perlemakan hati, beberapa hal dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan umum penderitanya, antara lain: menurunkan berat badan berlebih 1/2 kg per minggu, berhenti minum alkohol, berhenti merokok, diet sehat dan seimbang, obati penyakit dasar (kolesterol, kencing manis, darah tinggi, dll), tidak sembarangan minum vitamin/ suplemen/ obat warung tanpa konsultasi dengan dokter, olahraga rutin 150 menit per minggu, dapat dibagi menjadi 3-5x dalam seminggu, misal jalan kaki, sepeda, dll, vaksin hepatitis A, hepatitis B, flu, pneumococcal.

Sekalipun belum ada obat khusus, milikilah gaya hidup sehat sehingga terhindar dari perlemakan hati.

Oleh : Imelda Variastuty

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …