CARE CELL DAN PEMURIDAN

Pertemuan 1
Effective Discipleship (Pemuridan yang Efektif)
(1 Tes. 2:1-8)
Pendahuluan
Pemuridan adalah cara yang sangat efektif untuk:
- Membuat anak Tuhan berakar dan bertumbuh dalam pengetahuan akan kebenaran. Hosea 4:6 mengatakan, umat Tuhan binasa karena kurangnya pengetahuan akan firman Tuhan.
- Membentuk karakter (perubahan hidup).
- Melatih orang percaya menemukan dan mengembangkan karunia rohani atau talenta mereka untuk melayani
- Saling memperhatikan, membangun, mendoakan (Ibr. 10:24-25)
- Menjangkau keluar (memenangkan jiwa)
Isi
Melalui hubungan Paulus dengan jemaat Tesalonika, kita bisa belajar bahwa pemuridan menjadi efektif jika:
- Hubungan yang penuh kasih antara pemurid dan yang dimuridkan
Seperti seorang ayah dan ibu terhadap anak-anaknya yang bersedia berkorban (1 Tes. 2: 7, 11).
- Roh yang mau diajar (teachable spirit)
Roh yang mau diajar ditunjukkan dengan menerima firman Tuhan dengan sukacita (1 Tes. 1:6) bukan mendebat atau merasa diri sudah lebih tahu.
- Komitmen
Proses pemuridan adalah peristiwa yang berlangsung seumur hidup. Itu sebabnya dibutuhkan komitmen.
- Komitmen terhadap pertemuan-pertemuan yang telah disepakati
- Komitmen untuk menerapkan firman Tuhan yang telah diajarkan (1 Tes. 2:12)
- Komitmen untuk memuridkan orang lain lagi (2 Tim. 2:2)
Pertanyaan dan Penerapan
- Di gereja GBI Pasir Koja, sarana pemuridan disediakan melalui: Care cell, PA dan Teologi Mesias. Sudahkah Anda mengikuti ketiganya? Jika hanya salah satu atau dua di antaranya mengapa?
- Dari ketiga komitmen pemuridan di atas, manakah menurut Anda hal yang paling sukar dilakukan? Diskusikan alasan masing-masing!
Pertemuan 2
Transforming Discipleship (Pemuridan yang Mengubahkan)
(Yoh. 8:31-32)
Pendahuluan
Pemuridan adalah proses menolong seseorang sampai ia mencapai potensi maksimalnya di dalam Kerajaan Allah serta mampu menduplikasi proses yang sama kepada generasi selanjutnya. Pemuridan itu sangat penting karena ini adalah perintah Tuhan Yesus dalam Amanat Agung. Penelitian Dr. Carl dari Fuller Theological Seminary AS mengungkapkan bahwa tanpa pemuridan pribadi (kelompok kecil) tidak akan ada perubahan hidup yang maksimal. Ia menemukan dalam penelitiannya bahwa ternyata kualitas kerohanian orang Kristen:
- 0% ditentukan oleh Ibadah Raya, KKR dan acara-acara besar lainnya
- 10% ditentukan oleh kelompok komunitas (care cell)
- 90% ditentukan oleh pemuridan pribadi (one on one)
Isi
Dari penelitian ini kita mendapatkan bahwa pemuridan yang mengubahkan hidup itu efektif dilaksanakan dalam kelompok kecil dan pribadi ke pribadi. Itu sebabnya, kita sekarang mengembangkan pemuridan dalam dua tahap.
- Tahap pertama, menggerakkan seluruh jemaat masuk dalam care cell. Hal ini membuat mereka masuk dalam permuridan komunitas.
- Tahap kedua, memilih beberapa orang dari antara anggota care cell untuk dimuridkan pribadi ke pribadi (one on one) oleh pemimpin cell mereka. Pemuridan one on one inilah yang nantinya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin baru dalam pelayanan kita. Pada giliran selanjutnya pemimpin-pemimpin baru ini jugalah yang nantinya akan memuridkan orang-orang lain lagi. Dan orang-orang lain itu akan memuridkan orang-orang lain lagi, dan seterusnya (2 Tim. 2:2).
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut saudara, apakah cukup bagi saudara hanya hadir dalam ibadah Minggu tanpa perlu lagi terlibat di care cell dan pemuridan one on one?
- Sudahkah Anda dimuridkan one on one? Diskusikanlah bagaimana hal ini bisa diterapkan dalam care cell saudara!
Pertemuan 3
Pemuridan: Mendidik Pemimpin Masa Depan
(Luk. 6:12-16; 2 Tim. 2:2)
Pendahuluan
Pemimpin itu datang dan pergi; tidak ada pemimpin yang terus-menerus memimpin. Pergantian pemimpin dapat terjadi secara alami karena usia maupun kodrat manusiawi, atau juga karena sistem yang berlaku. Orang-orang yang tadinya dipimpin bisa berpeluang untuk ganti memimpin, dan orang-orang yang dulu memimpin harus memberi kesempatan kepada yang lain untuk meneruskan kepemimpinan. Sementara tongkat estafet kepemimpinan terus berpindah tangan, pekerjaan pemuridan terus bergulir.
Adalah hal yang alamiah jika di satu pihak para calon pemimpin harus belajar dari mereka yang sedang memimpin, dan di pihak lain para pemimpin harus bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi penerus yang akan menggantikan mereka, sebab dulu pun para pemimpin itu adalah murid-murid yang belajar dari pendahulu mereka. Seorang pemimpin yang tidak mau melatih orang lain untuk jadi pemimpin selayaknya berhenti sebagai pemimpin, dan orang yang tidak mau belajar dari pemimpin tidak layak jadi pemimpin.
Isi
Bagaimana kita mempersiapkan seseorang untuk menjadi pemimpin masa depan melalui pemuridan?
- Meminta petunjuk ilahi
Tuhan Yesus sebelum memilih orang-orang yang akan Ia muridkan untuk dipersiapan menjadi pemimpin masa depan, meminta petunjuk Bapa-Nya terlebih dahulu melalui:
- Doa yang intensif – bahkan semalam-malaman.
- Pengamatan yang tajam. Tuhan Yesus tentu saja telah mengamati terlebih dahulu orang-orang yang akan dimuridkan-Nya. Apa yang perlu kita amati? Kita perlu mengamati: rasa lapar dan haus mereka akan perkara-perkara rohani, kesediaan mereka untuk berubah dan kesediaan mereka untuk berkomitmen. Tuhan Yesus tidak memuridkan seorang pemuda yang kaya. Mengapa? Karena ia tidak berkomitmen (Mat. 19:16-22).
- Berkonsentrasi pada sekelompok kecil orang
- Dari puluhan ribu orang yang dilayani-Nya, Tuhan Yesus hanya memilih 12 orang untuk dimuridkan. Ingat! Pemimpin bukanlah hasil produksi massal. Tetapi melalui pemuridan komunitas kecil dan one on one.!
- Paulus juga memilih segelintir orang untuk dimuridkan, seperti: Timotius, Titus, Akwila dan Priskila. Di kemudian hari terbukti, orang-orang yang telah dimuridkan inilah yang akhirnya menjadi pemimpin berikutnya dalam gereja-gereja yang dirintisnya.
- Memberi tugas pada mereka yang telah dimuridkan untuk
memuridkan orang lain lagi.
- Ke-12 murid yang telah dimuridkan oleh Tuhan Yesus, pada gilirannya memuridkan orang lain lagi. Petrus memuridkan Markus. Yohanes memuridkan Polycarpus salah seorang yang akhirnya menjadi tokoh gereja pada abad mula-mula.
- Paulus memuridkan Timotius dan memerintahkan Timotius untuk memuridkan orang lain lagi yang pada gilirannya memuridkan orang lain lagi (2 Tim. 2:2).
Pertanyaan dan Penerapan
- Sudahkan saudara dimuridkan oleh seseorang? Jika sudah bagikanlah pengalaman saudara! Jika belum, mengapa?
- Jika kita akan membangun gerakan pemuridan di gereja, bagaimanakah saudara dapat terlibat di dalamnya? Diskusikanlah!
Pertemuan 4
Pemuridan: Jalan Menuju Kedewasaan Penuh dalam Kristus
(2 Kor. 3:18; Ef. 4:13)
Pendahuluan
Dari pertemuan ke-2 di atas, kita belajar bahwa adalah hal yang sangat ironi mengharapkan perubahan hidup atau kedewasaan rohani tanpa proses pemuridan.
Kita sering menjumpai orang-orang Kristen yang sudah lama percaya Yesus, tapi kehidupannya sehari-hari tidak berubah. Karakternya tidak ubahnya seperti orang dunia. Kehidupan mereka bahkan menjadi batu sandungan dan tidak menjadi kesaksian yang baik bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ini terjadi karena mereka tidak dimuridkan.
Isi
Mengapa pemuridan dapat menjadi jalan menuju kedewasaan rohani
- Melalui pemuridan saudara dilatih untuk mandiri
Artinya sama seperti orang dewasa, saudara dilatih untuk bisa mendapat makanan rohani sendiri melalui disiplin saat teduh (doa dan baca Alkitab) setiap hari.
- Melalui pemuridan saudara dilatih untuk memberi dan memperhatikan orang lain
Anak kecil adalah orang yang menerima terus dari orang tuanya, atau orang yang lebih dewasa. Tetapi ketika dewasa ia berubah. Ia mulai memberi dan memperhatikan orang lain juga.
- Melalui pemuridan saudara dilatih untuk membedakan yang benar dan salah
Anak kecil tidak dapat membedakan yang benar dan salah. Tetapi ketika ia dewasa, ia dapat memilahnya.
- Melalui pemuridan saudara dilatih untuk memilih hubungan yang semakin intim dengan Tuhan
Anak kecil menikmati hubungan berdasarkan kepentingan (apa yang bisa dia dapatkan). Tetapi orang dewasa menikmati hubungan berdasarkan komunikasi dan pengenalan yang lebih dalam.
- Melalui pemuridan saudara dilatih untuk membangun karakter Kristus
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut saudara, apakah setiap orang percaya harus dimuridkan supaya ia bisa dewasa secara rohani?
- Jika pemuridan adalah jalan menuju kedewasaan rohani, apakah saudara sendiri harus dimuridkan?
Pertemuan 5
Pentingnya Pemuridan dalam Pertumbuhan Gereja Lokal
(Mat. 28:18-20)
Pendahuluan
Bayangkanlah jika setiap jemaat di gereja kita dimuridkan. Lalu seluruh jemaat yang telah dimuridkan tadi memuridkan orang lain lagi. Dan orang-orang yang dimuridkan jemaat tadi memuridkan orang-orang lain lagi dan seterusnya. Menurut saudara, apakah yang akan terjadi atas gereja kita?
Ya, saudara benar. Yang akan terjadi adalah ledakan pertumbuhan. Bahkan ledakan pertumbuhan itu bukan lagi berdasarkan deret hitung seperti dari 1 menjadi 2, dari 2 menjadi 3, dari 3 menjadi 4 dan seterusnya. Tetapi akan terjadi ledakan pertumbuhan menurut deret ukur. Dari 1 menjadi 2, dari 2 menjadi 4, dari 4 menjadi 8, dari 8 menjadi 16 dan seterusnya. Jika kita mengawalinya dengan 100 orang saja, maka tahun depan menjadi 200, lalu tahun berikutnya menjadi 400 dan tahun yang ke-4 kita akan menjadi 800. Jika ini terjadi di setiap cabang ibadah maka dalam relatif singkat, jumlah kita mencapai puluhan ribu jiwa.
Mengapa populasi gajah lebih kecil dibandingkan kelinci? Padahal kelinci adalah binatang yang lebih banyak dibantai jadi sate dibandingkan gajah yang dibunuh di hutan. Jawabannya adalah karena gajah melahirkan paling cepat 2 tahun sekali itu pun sekali melahirkan umumnya 1 ekor. Sementara kelinci bisa melahirkan 5 kali setahun, dan sekali melahirkan ia bisa melahirkan 15 ekor anak sekaligus. Wah….luar biasa ya….
Saya membayangkan, gereja kita sedang mengalami kegerakan pemuridan “secepat dan sebanyak kelinci” namun hasilnya “sekuat gajah”.
Isi
Pemuridan adalah kunci pertumbuhan gereja! Jika pemuridan dijalankan dengan baik, maka gereja kita akan bertumbuh:
- Dari segi jumlah
- Dari segi kualitas
- Semakin lebih banyak orang terlibat dalam pelayanan karena mereka telah dilatih dalam pemuridan sehingga pelayanan menjadi lebih ringan, dan tidak bertumpuk di atas pundak segelintir orang
- Wilayah pelayanan akan semakin meluas.
Akhirnya, gereja akan menggenapi nubuat Yesaya 54:2-3,
“Lapangkalah tempat kemahmu, dan bentangkan tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patokmu!
Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
Pertanyaan dan Penerapan
- Apakah saudara berharap agar gereja kita terus maju dan berkembang?
- Menurut saudara, bagaiamanakah saudara dapat terlibat untuk mewujudkannya?
Oleh: Pdp. Dr. Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung