DALAM KELEMAHANLAH KUASA-NYA SEMPURNA
Ibrani 11:32-34
Ibrani 11:34b. “Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.”
Hudson Taylor berkata, “Semua raksasa Allah adalah orang-orang lemah.” Kelemahan Musa adalah sifat mudah marahnya, namun Allah bekerja atas Musa dan akhirnya kita membaca dalam Alkitab, “Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” Kelemahan Gideon adalah sifat mindernya. Namun Allah mengubahkannya menjadi seorang “pahlawan yang gagah berani (Hak. 6:12).“ Kelemahan Abraham adalah sifat penakutnya. Bukan hanya sekali, namun dua kali ia berdusta bahwa istrinya adalah saudara perempuannya. Namun, Allah mengubahnya menjadi ‘Bapa Orang Percaya’ (Roma 4:11). Ketika Allah selesai berurusan dengan Daud yang mata keranjang, ia disebut “seorang yang berkenan di hati-Ku.”
Perhatikan baik-baik! Akan terlalu panjang untuk mengutip semua kelemahan orang-orangnya Allah, karena dalam kelemahanlah kuasaNya sempurna.
Jika orang-orang di sekitar Anda hanya melihat kekuatan Anda, mereka akan kecut dan berkata, “Ok, baiklah, hanya kamu yang bisa melakukannya, aku tak akan pernah bisa.” Tetapi ketika mereka melihat Allah tetap memakai Anda dan juga kelemahan-kelemahan Anda, hal itu akan menyemangati mereka dan mereka berpikir, “Kalau Allah bisa memakai orang itu dengan segala kelemahannya, mungkin Allah juga akan memakai aku!”
Ada titik-titik dalam hidup Anda di mana Anda harus memutuskan apakah Anda akan membuat orang lain terkesan dengan semua kelebihan Anda, ataukah Anda akan mempengaruhi mereka dengan membiarkan mereka melihat semua pergumulan Anda yang manusiawi, melihat Anda terengah-engah, berdarah-darah berjuang melawan semua kelemahan itu, namun akhirnya menang dengan kekuatan Allah. Ketika Anda memutuskan melakukan hal yang kedua, Anda akan mempengaruhi mereka dari dekat, dan hal ini pastilah lebih berdampak untuk hidup mereka.
“You can impress them from a distance, but you must get close to influence them.” Anda dapat membuat orang terkesan dari jauh, namun jika anda ingin mempengaruhi orang, anda harus dekat dengan orang itu.
Doa: “Bapa, terima kasih karena kami yang memiliki banyak kelemahan tetapi kini telah menjadi kuat karena-Mu. Biarlah hidup kami memberi pengaruh bagi semua orang di sekitar kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung