
KEGAGALAN
Matius 11:28-30
Filipi 4:13. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Ada satu teman yang kehadirannya tidak pernah kita harapkan dalam kehidupan kita. Akan tetapi begitu hadir, ia membawa sejuta makna bagi hidup kita. Bahkan bisa membawa perubahan yang besar dalam hidup kita. Teman kita itu bernama ‘kegagalan’.
Teman ini sungguh tidak kita sukai. Namun, sadarkah kita justru kehadirannya membuat kita bertumbuh dewasa dan tegar dalam menjalani kenyataan hidup sepahit apa pun. Tanpa kehadiran kegagalan, seseorang tidak akan maju dan bertumbuh dari kehidupan sebelumnya.
Dari kegagalan kita belajar empat hal:
1. Belajar, bahwa kegagalan bukan akhir dari segala usaha kita. Lebih baik gagal tetapi mau mencoba lagi untuk usaha daripada gagal lalu berhenti untuk tidak mau mencoba lagi.
2. Kegagalan bukan membuktikan kita buruk dan tidak baik. Justru menunjukkan, bahwa kita manusia yang terbatas, bukan manusia superhero.
3. Melalui kegagalan, kita bisa belajar rendah hati dan mengevaluasi diri untuk menentukan langkah selanjutnya.
4. Dari kegagalan kita sebenarnya membutuhkan dukungan orang lain untuk menyokong kita. Mereka penolong dan mentor yang akan menemani agar kita bangkit lagi. Seseorang yang mencegah agar hal serupa jangan terjadi lagi.
Bagaimana jika kita gagal dalam hidup? Jangan putus asa, ingat empat pelajaran dari kegagalan dan firman Tuhan. Ini kunci sukses, agar mampu melewati kegagalan hidup meskipun pahit rasanya dan sesak bagi hidup kita. Selalu ada Tuhan Yesus yang menemani dan membuat kita kuat melalui kegagalan yang sedang kita alami.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 13:31-35; Efesus 5:1-14; Yeremia 5:1-19; II Raja-raja 22-23:30
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk setiap kegagalan yang aku alami. Biarlah aku menjadi kuat karena Engkau selalu besertaku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung