
MENGHILANGKAN KEBIASAAN BURUK
Roma 6:11-23
Yohanes 8:36. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
Bersama seorang teman, saya melakukan percobaan. Saya memotong seutas benang dan menyatukan kedua ujungnya, sehingga membentuk lingkaran. Lalu saya mengalungkannya pada dua jari telunjuknya. Ia menariknya dan benang itu pun putus dengan mudah. Kemudian kami mengulangnya dengan dua benang. Ia masih dapat memutuskannya meski dibutuhkan lebih banyak usaha. Lalu saat kami memakai tiga helai benang, benang itu masih dapat diputus meski meninggalkan luka pada kulit jari teman saya.
Kebiasaan berbuat dosa juga seperti percobaan di atas. Ada ungkapan bahwa, “Kebiasaan yang awalnya hanya seperti sarang laba-laba, lama kelamaan dapat menjadi seperti kabel.” Jika satu dosa dilakukan berulang kali, maka dosa itu akan semakin sulit dihentikan. Ungkapan tersebut juga berlaku baik untuk penyalahgunaan obat-obat terlarang dan alkohol, maupun kecemasan dan kemarahan.
Yesus datang tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa kita, tetapi juga melepaskan kita dari cengkeramannya. Saat kita menerima Dia sebagai Juruselamat dan meminta Dia membebaskan kita dari dosa, sesungguhnya Dia meminta sesuatu. Dia meminta kita membangun kebiasaan baru, tentu saja dengan pertolongan-Nya (Roma 6:19). Bila kita bersekutu dengan rekan-rekan seiman, mempelajari Alkitab, dan menaati firman-Nya setiap hari, Allah akan menolong kita mengembangkan sikap, perilaku dan tindakan yang baik.
Adakah Anda tengah berjuang melawan kebiasaan buruk? Izinkan Allah menolong Anda membangun kebiasaan yang benar. Kuasa Allah di dalam diri Anda akan mampu menghapuskan kebiasaan buruk itu dan membuat Anda “benar-benar merdeka” (Yohanes 8:36).
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 12:1-8; Efesus 1:15-23; Yesaya 64; II Raja-raja 4:8-5:27
Doa: “Terima kasih untuk kemerdekaan yang Engkau anugerahkan bagi kami. Tolong kami, ya Roh Kudus, untuk membangun kebiasaan baru, yaitu kebiasaan melakukan perintah Tuhan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung