
IRI HATI
Lukas 11:14-23
Amsal 14:30. “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”
Lukas mencatat orang-orang yang dengan mudah menghakimi Tuhan Yesus. Mereka menuduh Tuhan Yesus menggunakan kuasa setan. Mereka melakukan hal itu karena mereka iri hati terhadap Tuhan Yesus.
Pada masa itu bangsa Israel dijajah oleh bangsa Romawi, pengikut Tuhan Yesus semakin banyak karena Tuhan Yesus menunjukkan sikap yang berbeda dengan tokoh-tokoh masyarakat Yahudi yang menjilat bangsa Romawi. Contoh seperti Zakheus, yang bekerja untuk bangsa Roma tetapi menindas bangsa sendiri. Para tokoh masyarakat ini merasa tersaingi oleh Tuhan Yesus, mereka kehilangan pengaruh untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Masyarakat terpesona dengan gaya kepemimpinan Tuhan Yesus yang melayani, memberi makan, menyembuhkan terutama memberi kesejahteraan dan keadilan. Sementara mereka mengandalkan jadi kaki tangan bangsa Romawi agar berkuasa. Mereka berpolitik dengan menggunakan agama. Mereka berusaha mengajarkan berbagai ajaran hukum Taurat kepada masyarakat tetapi mereka sendiri tidak sanggup melakukannya. Matius 23:3-4 mencatat perintah Tuhan Yesus mengenai mereka, “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.”
Iri hati selalu tanda tak mampu. Tokoh masyarakat Israel saat itu tidak mampu bersaing dengan Tuhan Yesus. Akibatnya mereka menjadi iri hati dan berusaha menjatuhkan Tuhan Yesus di depan publik. Amsal 14:30 menyatakan, bahwa iri hati membusukkan tulang. Sampai akhirnya, mereka tidak sanggup mengalahkan Tuhan Yesus, apalagi di Kerajaan Kekal.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 11:45-53; Galatia 6:11-18; Yesaya 62; II Raja-raja 1-2
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri aku hati yang tenang dan mengerti di dunia ini bukan masalah persaingan tetapi ketulusan bagi Engkau. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung