
MERDEKA DARI KEMISKINAN
Amsal 6:1-11
Amsal 10:4. “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”
Kemiskinan tidak hanya bicara tentang kondisi seseorang yang tidak memiliki harta, tetapi juga tentang pola pikir yang sempit, hanya memikirkan diri sendiri, dan memanfaatkan aji mumpung – mumpung dibayarin, mumpung gratis. Banyak orang yang secara materi berlimpah, tetapi miskin dalam hal memberi dan peduli.
Firman Tuhan berkata dalam Kisah Para Rasul 20:35, ” …. adalah lebih baik memberi daripada menerima.” Kita tidak pernah melihat peminta-minta yang menunjukkan mereka bahagia, karena mereka terus memasang wajah sedih yang perlu dikasihani orang lain. Oleh sebab itu, jika Anda ingin berbahagia, cobalah hidup memberi.
Dalam perikop bacaan Alkitab hari ini, Salomo berbicara kepada pemalas yang cinta dengan kenyamanannya, yang hidup dalam kemalasan, tidak mewujudkan apa-apa, dan terutama tidak peduli dengan perkara agama. Kemalasan adalah cara pasti menuju kemiskinan, meskipun tidak cepat seperti halnya tanggungan yang dibuat dengan gegabah.
Pelajaran yang diberikan ialah pelajarilah hikmat dan jadilah bijak. Secara khusus belajarlah untuk menyediakan roti di musim panas. Maksudnya persiapkan diri untuk masa depan, jangan menghabiskan semua dan tidak menyimpan apa-apa. Bijaklah kita seharusnya dalam mengatur urusan duniawi kita, bukan dengan kecemasan dan kekuatiran, melainkan dengan perkiraan yang bijak.
Dimerdekakan adalah anugerah yang telah Tuhan kerjakan bagi kita yang ada dalam Kristus. Namun hidup dalam kemerdekaan yang baik dan benar adalah pilihan kita. Mari kerjakan kemerdekaan yang telah Tuhan berikan, sehingga kehidupan kita menjadi berkat dan memuliakan Tuhan .
Merdeka dari kemiskinan adalah dambaan setiap manusia, tetapi hal itu tidak diterima dalam doa saja, melainkan dalam sikap dan pola pikir yang bijak.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 10:22-30; Galatia 4:21-31; Yesaya 57:6-21; I Raja-raja 17-18
Doa: “Roh Kudus, beri kami hikmat untuk mengatur hidup kami dengan bijaksana dan memiliki hati yang peduli dan murah hati. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung