Renungan Harian, 10 Agustus 2019

TIDAK ADA LAGI KUK PERHAMBAAN

Galatia 5:1-6

Galatia 5:1. “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”

Perhatikan, setiap orang berdosa yang sudah diubahkan adalah orang berdosa yang sudah diselamatkan. Mereka sudah dimerdekakan dari dosa dan murka. Mereka dibawa ke dalam keselamatan, dan melalui kasih karunia telah diberi hak untuk menikmati kebahagiaan kekal. Kasih karunia yang menyelamatkan mereka adalah kebaikan dan perkenanan Allah yang diberikan secara cuma-cuma dan sesungguhnya tidak layak mereka terima. Dan Dia menyelamatkan mereka, bukan karena melakukan hukum Taurat, melainkan melalui iman kepada Kristus Yesus.

Untuk menerima keselamatan, manusia tidak perlu menyiksa diri, tidak perlu membangun kesalehan atau mengumpulkan kebaikan terlebih dahulu. Kita hidup dalam kesalehan dan kebaikan karena kita sudah diselamatkan, dan bukan supaya kita selamat. Gereja harus berani bertindak tegas terhadap orang-orang yang memaksakan berbagai peraturan sebagai syarat untuk diselamatkan. Hanya iman pada Yesus yang menyelamatkan.

Demikian sederhana? Ya. Keselamatan begitu sederhana sehingga banyak yang tidak mau menerimanya. Tetapi, Paulus menegaskan bahwa keselamatan diperoleh hanya oleh iman pada Yesus. Dengan cara itu, mereka boleh ambil bagian di dalam berkat hanya iman pada Yesus yang menyelamatkan. Baik iman maupun keselamatan yang sangat dipengaruhi oleh iman tersebut, adalah pemberian Allah.

Ayat Bacaan Setahun

Yohanes 9:35-41; Galatia 3:15-29; Yesaya 52:13-54:17; I Raja-raja 13

Doa: “Tuhan Yesus terimakasih untuk keselamatan yang Engkau berikan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …