
TUJUAN DIMERDEKAKAN
Matius 5:44-48
1 Petrus 1:14. “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,”
Setiap kita mendengar kata sempurna, maka yang terpikir tidak pernah salah, tidak bercacat dan sesuatu yang benar. Padahal, kata sempurna di sini berarti dewasa atau matang. Dewasa adalah sasaran kehidupan. Dalam keluarga, para orang tua akan mendidik anak-anaknya untuk dewasa dan setelah itu mereka akan meninggalkan orang tuanya untuk membentuk keluarga yang baru. Dalam pelayanan juga kita membutuhkan orang-orang dewasa. Dewasa di sini bukan berarti telah lanjut usia, karena lanjut usia belum tentu dewasa. Dewasa diukur dari kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan penuh rasa tanggung jawab. Berpikir akibatnya sebelum bertindak. Seandainya gereja diisi oleh para pelayan yang dewasa, maka semua pelayanan tentu akan berjalan baik, tidak akan terjadi perselisihan dan hal-hal yang menghambat .
Kita dimerdekakan dari kutuk dosa dengan maksud agar bertumbuh dewasa dalam iman, dan tidak lagi mudah diombang-ambingkan oleh hal-hal sepele, tidak menjadikan ibadah sekedar untuk mengisi waktu, mencari berkat atau karena butuh bantuan, dan setelah semua persoalan selesai maka tidak lagi beribadah.
Gereja bukan bengkel yang hanya kita datangi ketika kendaraan butuh perbaikan atau hanya sekedar pemeliharaan rutin. Gereja juga bukan rumah sakit yang hanya didatangi ketika sakit dan butuh pengobatan. Gereja adalah rumah, di mana kita sebagai anggotanya berkontribusi positif untuk rumah tersebut. Terlebih sebagai orang dewasa, kita tidak lagi sekedar menerima, tetapi juga memberi untuk rumah di mana kita tinggal.
Yesus menebus kita bukan sekedar supaya kita merdeka, diselamatkan dan masuk sorga, tetapi dengan sebuah Amanat Agung. Hanya orang-orang yang dewasa yang akan mampu melaksanakan amanat Agung Tuhan tersebut.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 9:8-23; Galatia 2:15-29; Yesaya 50:4-51:16; I Raja-raja 11
Doa: “Kami mau menjadi orang Kristen yang dewasa yang menggenapi Amanat Agung-Mu dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung