Butuh Diterima

Matius 9:10-13

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Seorang istri berusaha mengajak suaminya yang enggan datang beribadah di gereja. Suatu kali sang suami bersedia datang ke gereja bersama istrinya. Ketika firman Tuhan sedang disampaikan tiba-tiba handphone nya berdering.  Pendeta yang sedang berkhotbah menegurnya, jemaat yang lain ada yang meliriknya, ada yang tersenyum-senyum, dan juga yang tampak kesel. Sang suami merasa bersalah dan malu. Dalam perjalanan pulang, istrinya mengomel karena kecerobohannya menganggu jalannya ibadah.

Sang suami yang mulai malas ke gereja, suatu hari diajak temannya ke club malam. Semua orang di club itu tersenyum menyambut, rasa canggungnya berubah ketika beberapa orang menyapanya dengan ramah dan berkata, ”Ayo… Ayo…Santai saja… Silakan duduk.”

Ketika hendak duduk tanpa sengaja dia menyenggol segelas minuman. Dia kaget dan segera minta maaf. Namun apa yang terjadi, seorang yang tak dikenalnya segera berkata,”Tidak apa-apa, santai saja.”  Dengan cepat seorang pelayan membersihkan tumpahan minuman dan gelas yang pecah. Seorang pria berdasi dengan senyum ramah merangkulnya dan berkata, “Itu bukan masalah, silakan duduk dengan teman-teman dan selamat menikmati malam ini.” Mulai saat itu sang suami merasa nyaman dan rajin datang ke club malam.

Kisah ini membuktikan gereja telah kalah dengan dunia. Gereja yang ajarannya berpusat pada kasih, telah mengkhianati kasih itu sendiri. Dalam Matius 9:10-13, itulah sikap Yesus! Apakah sikap kita sebagai murid Kristus? Dengan berkat Tuhan yang berlimpah kita merasa lebih suci, lebih tahir, lebih layak, lebih baik, lebih sehat sehingga memandang yang lain lebih rendah, lebih tidak layak, tidak tertib, dan menjijikkan?

Jika kita murid Kristus, kita punya tugas! Tugas kita menjadi serupa dengan Kristus! Bukan duduk di tahta! Tetapi menemui dan merangkul yang dianggap tidak layak dan najis! Dengan busana dan penampilan berkelas duduk di bangku gereja serta memanjatkan doa bagi yang terhilang itu sia-sia, bila kita tidak punya belas kasihan. Jika tanpa kasih, hentikan pemberitaan firman dan doa-doa yang diucapkan. Jangan biarkan kekristenan kita diisi oleh omong kosong! Sadarilah dunia sangat menarik dan mempesona untuk mengirim jiwa-jiwa ke neraka! Gereja lebih jahat dengan membiarkan jiwa-jiwa tidak mengenal kasih Kristus melalui kita.

Oleh: Erly

Check Also

Kesaksian Jawa Tengah

KESAKSIAN JAWA TENGAH

Oleh: Indri Haans Agnecia: Arti melayani yang Sesungguhnya untuk saya pribadi adalah Kasih yang nyata, …