
”Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih “ (Gal 5:3)
Syalom, Jemaat GBI Pasirkoja terkasih dalam Kristus Yesus, Tahun 2019 bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan yang ke 74. Kemerdekaan yang telah diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. Apa yang menjadi penting dan bermakna buat bangsa Indonesia? Tentu sangatlah penting dan bermakna bagi bangsa ini, yakni terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan Jepang dan Belanda selama ratusan tahun. Dan sekaligus pada keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945 terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkonstitusi Undang Undang Dasar 45, berideologikan Pancasila dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, berbendera Merah Putih, dan berlagu kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR. Supratman. Adapun tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 45 adalah: 1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; 2. untuk memajukan kesejahteraan umum
3. mencerdaskan kehidupan bangsa; 4. melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Sahabat-sahabat terkasih dalam Yesus, Demikianlah pula Rasul Paulus menegaskan bahwa kita sebagai pengikut Kristus telah dipanggil untuk merdeka. Sebab kita tahu, bahwa Hati Tuhan ada di atas segala bangsa termasuk Indonesia (1 Tim. 2:1-4); selain itu kehadiran orang Kristen di kota kita, Bandung bermakna agar terjadi kesejahteraan kota dan bangsa (Yer. 29:5-7); kemerdekaan dari dosa satu-satunya dianggap syah hanya di dalam Kristus, disebut True Freedom/kemerdekaan sesungguhnya seperti pernyataan Alkitab 1 Petrus 1:14-19, kemerdekaan di dalam Kristus memberi jaminan bahwa tidak ada lagi kuk perhambaan akibat intimidasi dosa (Gal. 5:1-6).
Merdeka dari apa dan dari siapa? Merdeka dari segala tuntutan hukum Taurat dan perhambaan dosa, serta dari cengkraman Iblis. Siapa yang memerdekakan dan bagaimana caranya? Kristus yang memerdekakannya dengan cara mati di atas kayu salib ”Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Gal 3:13).
Lalu apa maksud dan tujuan setelah dimerdekakan? Agar menjadi hamba kebenaran dan hamba Allah dan beroleh pengudusan , dan sebagai kesudahannya adalah hidup yang kekal. “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Rom 6:18)
”Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal” (Rom 6:22 )
Sahabat terkasih dalam Yesus, lalu bagaimana sikap dan perilaku kita setelah dimerdekakan? Rasul Paulus memperingatkan agar jangan menyalahgunakannya sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, sedangkan Rasul Petrus memperingatkan agar jangan menyalahgunakannya untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka yang hidup hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan kedagingan saja, sebaliknya hiduplah melayani oleh kasih dan Rasul Petrus menekankan untuk tidak menyelebungi kejahatan-kejahatan apalagi melakukannya.
Jemaat terkasih, marilah kita sebagai warga negara dunia dan berdomisili sebagai warga negara Indonesia juga sebagai warga negara sorga untuk melaksanakan hak dan kewajiban kita dengan baik demi kesejahteraan bangsa dan negara, dan juga untuk keselamatan mereka, serta demi Kerajaan Sorga. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 74.
Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans
GBI Pasir Koja 39 Bandung