Renungan Harian, 21 Juli 2019

ALARM AMPUH

Markus 14:32-42

Markus 1:35. “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

Berbagai usaha dilakukan agar orang-orang dapat bangun di pagi hari. Ada banyak alarm dibuat manusia dengan beragam keunikan. Ada alarm yang ketika berbunyi akan menggelinding sehingga penggunanya harus bangun dan mengejar alarm itu untuk menghentikannya. Ada karpet alarm, untuk menghentikannya pengguna harus berdiri di atasnya selama minimal 3 detik. Selain itu, ada pula alarm yang cara menghentikannya seperti menghitung, berfoto, dan lain-lain. Namun tentu saja, yang terpenting dari bangun pagi adalah niat.

Alkitab mencatat, bahwa Tuhan Yesus bangun pagi-pagi benar, artinya sebelum matahari terbit. Tuhan Yesus dapat bangun pagi tanpa alarm atau dibangunkan, dan memutuskan untuk pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa.

Doa di pagi hari menjadi bukti cinta-Nya kepada Bapa dan itu yang menjadi kekuatan-Nya dalam menghadapi keseharian-Nya untuk bertemu dan melayani banyak orang. Sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia memilih untuk pergi ke taman Getsemani dan mengajak murid-murid-Nya untuk berdoa. Murid-murid-Nya sangat lelah dan tak dapat menahan rasa kantuknya. Saya yakin Tuhan Yesus pun merasakan rasa kantuk yang sama karena bagaimanapun Ia adalah 100% Allah dan 100% manusia. Namun, yang membuat Tuhan Yesus dapat tetap berdoa sedangkan murid-murid-Nya tertidur adalah rasa cinta dan rasa membutuhkan yang sangat kuat.

Roh Kudus memampukan kita untuk merasakan kehadiran dan kekudusan Allah di setiap doa, terutama doa pagi. Jika kebanyakan orang merasa tidak sanggup bangun pagi, kita akan memaksakan diri kita bangun pagi untuk menunjukkan betapa cintanya kita kepada Allah dan betapa kita membutuhkan dan memprioritaskan Allah.

Doa: “Bapa, urapiku agar aku memiliki antusias dan gairah untuk mencintai-Mu. Aku mau menjadikan Engkau sebagai prioritas dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …