
MENGUSAHAKAN DAMAI
Kejadian 13:1-18
Kejadian 13:7. “Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.”
Kerja keras, kekurangan dan hidup berkelana tidak dapat memisahkan Abram dan Lot, tetapi kekayaan memisahkan mereka. Seringkali kekayaan menjadi penyebab pertengkaran dan perpisahan antara sanak saudara atau keluarga. Perpisahan yang dipicu oleh perseteruan para gembala Abram dan para gembala Lot. Selain uang, provokasi dari pihak ketiga juga kerap membawa perpecahan di tengah keluarga. Karenanya kita perlu berhati-hati.
Perseteruan jika tidak segera dibereskan sangatlah berbahaya, karena akan berujung menjadi kehancuran. Perseteruan juga menjadi hal yang memalukan, karena tidak diragukan lagi, bahwa semua mata tertuju kepada kehidupan keluarga orang percaya. Pertengkaran di antara orang-orang percaya merupakan cela bagi pengakuan iman kita dan memberi kesempatan bagi orang di luar Tuhan untuk menghujat Allah.
Penyelesaian terhadap perseteruan sangatlah membahagiakan. Permohonan untuk menghentikan perseteruan itu diajukan oleh Abram meskipun ia saudara yang lebih tua. Abram di sini menunjukkan dirinya sebagai orang yang berkepala dingin, dapat menguasai amarah dan tahu melenyapkan murka dengan jawaban yang lembut. Ia juga seorang yang rendah hati dengan menyerahkan peluang untuk memilih daerah lebih dahulu kepada Lot yang adalah keponakannya dan jauh lebih muda darinya.
Banyak orang mengaku ingin berdamai, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mewujudkannya. Akan tetapi, sebagai orang percaya kita harus senantiasa mengusahakan perdamaian, terutama di tengah kehidupan keluarga kita.
Doa: “Roh Kudus, beri kami hikmat dan penuhi dengan kasih Kristus agar kami dapat selalu hidup dalam damai sejahtera dengan semua orang, terutama sanak keluarga kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung