
KETEGUHAN DAN KOMITMEN
Ibrani 13:4
Ibrani 13:4. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”
Secara simbolis, orang yang menikah, keduanya telah menjadi satu. Hidup pernikahan yang dikasihi dan diberkati Tuhan adalah pernikahan yang diisi dengan kasih Tuhan dan harus dipertahankan kelanggengannya di dalam firman Tuhan. Kasih bukan lagi bermain pada tataran perasaan semata, tetapi mengenai keputusan dan keteguhan komitmen.
Di dalam kitab Maleakhi, Allah berfirman kepada Israel bahwa Ia tidak akan menerima persembahan mereka karena tidak setia kepada isteri mereka. Ini menyatakan betapa pentingnya bagi Allah kekudusan sebuah pernikahan.
Tak sedikit pernikahan orang Kristen zaman sekarang dilanda masalah. Masalah yang muncul biasanya mengenai rasa tidak puas dalam relasi antara suami dan isteri. Dosa percabulan pun mengintip pada perkawinan suci yang dibangun. Dunia mengelilingi kita dengan gambar dan godaan seksual, maka tawaran kenikmatan dunia menjadi pelarian atas problem ketidakharmonisan itu. Kita perlu mewaspadai ini. Bagi setiap pasangan suami isteri, ini hendaknya menjadi perhatian, apalagi perkawinan dalam kekristenan adalah kudus.
Paulus mengingatkan kepada pasangan suami dan isteri supaya terhindar dari bahaya percabulan. Oleh karena itu, Paulus mengatakan hendaklah suami memenuhi kewajiban kepada isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Saat pernikahan terjadi, baik suami maupun isteri tak lagi berkuasa atas tubuhnya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya. Demikian juga sebaliknya. Hal inilah yang akan menjauhkan pasangan suami dan isteri dari dosa percabulan. Pernikahan harus melindungi individu dari percabulan, harus menyediakan tempat yang sehat, menyenangkan dan menciptakan kekudusan.
Doa: “Tuhan Yesus, jagai pernikahan agar tetap kudus di hadapan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung