Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan dihadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah ditangan kananMU ada nikmat senantiasa…(Maz 16 :11)
Pergi ke gereja dan beribadah kepada Tuhan seharusnya adalah sesuatu yang sangat dinanti-nantikan umat-Nya. Di sanalah kita menikmati sukacita yang berlimpah-limpah, mendapatkan tuntunan dan jalan bagi kehidupan kita; serta menerima berkat dan nikmat yang tersedia melimpah-limpah di hadapan-Nya.
Seringkali kita senang dengan sesuatu yang biasa, padahal Allah menyediakan yang luar biasa . Kita puas mendapat yang baik, padahal Allah menyediakan yang terbaik bagi anak-anak yang dikasihi-Nya. Kehadiran Tuhan yang nyata dalam sebuah ibadah seharusnya membawa dampak dalam kehidupan umat-Nya. Ada pemulihan, ada berkat, ada kesembuhan, ada kelepasan, ada rasa hormat akan Tuhan. Di mana Roh Allah hadir sesuatu pasti terjadi!.
Pujian dan penyembahan yang dinaikkan dengan kasih yang melimpah kepada Bapa kita, memberi kesempatan dan peluang bagi Roh Kudus bekerja dengan dahsyat. Saya membaca kisah nyata dalam buku yang ditulis oleh Rev. Kenneth Haggin, dimana suatu ketika mereka memuji Tuhan dan menyembah Dia dengan segenap hati, hadirat Tuhan begitu nyata bahkan mereka melihat awan kemuliaan memasuki tempat kebaktian, sehingga orang-orang yang sedang beribadah tidak tahan berdiri. Mereka tersungkur menyembah Tuhan dengan rasa hormat dan gentar akan Tuhan. (Baca I Raja-raja 8:10).
Tak lama kemudian mulai terdengar teriakan sukacita dari beberapa orang yang disembuhkan dari sakit penyakitnya, dan aliran kuasa itu terus memulihkan orang-orang yang terluka hatinya, yang menyimpan dendam dan kepahitan, yang lemah dan lesu dikuatkan kembali, yang mulai tawar hati dikobarkan kembali oleh kehadiran Tuhan yang luar biasa. Suatu pemulihan yang langsung dilakukan oleh Roh Kudus. Tidakkah kita merindukan hal itu terjadi dalam ibadah kita?.
Datanglah dengan hati yang haus akan Dia, beribadahlah kepada-Nya dengan sukacita, masuki gerbang-Nya dengan ucapan syukur dan pelatarannya dengan Puji-pujian, berilah yang terbaik kepada-Nya, beri sorak-sorai, beri tepuk tangan, beri kemuliaan bagi Dia.
(Maz 100) Bukankah Dia lebih layak untuk terima pujian, hormat dan sanjungan dibandingkan artis-artis duniawi atau pemain sepak bola yang mendapat aplaus yang meriah dari penonton.
Mengapa kegembiraan dan antusiasme dalam beribadah harus dikalahkan oleh gedung pertunjukan musik dunia atau stadion sepak bola?. Sembah Dia dengan kasih yang melimpah-limpah, tanggalkan ego, kehormatan dan jabatan kita dihadapan-Nya. Lemparkan mahkota saudara di hadapan Raja segala raja (Wahyu 4:10-11). Jika kita tahu seni dalam memuji dan menyembah Dia, menyenangkan hati-Nya, merendahkan diri di hadapan-Nya, maka hidup kita tidak akan pernah sama lagi. Tuhan memberi otoritas dan kuasa pada orang-orang yang mencintai-Nya. Itulah rahasia kehidupan raja Daud, salah satu raja Israel yang terbesar sepanjang sejarah!.
Amin
Oleh: Pdt. Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung