
MARC MARQUEZ
Mazmur 127:3-5
Mazmur 127:5. “Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.”
Bersaing dengan pembalap-pembalap yang lebih kuat di awal-awal kariernya, Marc Marquez memang harus bekerja keras untuk mengembangkan gaya yang memungkinkan dia untuk mengontrol sepeda motornya yang kebesaran, lebih besar dari tubuhnya yang kecil. Dia memilih semut sebagai lambang balapnya, karena serangga dapat mengangkat beberapa kali beratnya sendiri. Sebuah pengalaman dalam perkembangannya.
Sudah cukup berat bagi orangtuanya untuk berjuang membiayai karier balap dari dua putra mereka dengan gaji sederhana dari ayah yang memiliki pekerjaan sebagai operator mesin berat dan seorang ibu dengan profesi sekretaris.
Ketika Marc bertambah besar, orangtuanya menambahkan strip ekstra dari kulit untuk memperpanjang baju balap pertamanya daripada membeli yang baru. Alex, adiknya, tiga tahun lebih muda dan sekarang sekitar tiga inci lebih tinggi dari saudaranya.
“Kami kadang-kadang tidak akan makan keluar untuk membantu membeli sepatu untuk anak-anak kami,” kata ibu Marquez. “Orang-orang melihat di mana Marc dan Alex berdiri sekarang, tapi kami tahu ada banyak pengorbanan untuk sampai ke sana.”
Bahkan, kedua orangtua Marquez kehilangan pekerjaan mereka akibat dari krisis ekonomi Spanyol baru-baru ini, dan sejak itu Julià Márquez, ayah Marquez telah mengikuti anak-anaknya ke seluruh dunia.
Seorang anak bisa berdiri di hadapan dunia, ketika ada orangtua yang rela berkorban untuk menyokong anak-anaknya.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, kami mau berkorban untuk menyokong anak-anak kami menggenapi rencana-Mu dalam hidup mereka. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung